DOB Mempercepat Peningkatan SDM di Papua - BERITA KALIMANTAN

Minggu, 10 September 2023

DOB Mempercepat Peningkatan SDM di Papua

Oleh : Hendrik Pattipawae )*

Keberadaan 4 DOB (Daerah Otonomi Baru) Papua akan meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Papua. Pertama SDM dibidang olahraga karena atlet-atletnya bisa berlaga di PON 2024 mendatang, dan mereka bisa berangkat tanpa melalui seleksi awal. Kemudian, SDM masyarakat juga berkembang karena mereka memiliki pendidikan yang lebih tinggi.

Pemekaran wilayah alias penambahan daerah otonomi baru sudah diwujudkan di Papua. Untuk daerah seluas Papua memang kurang jika hanya ada 2 provinsi. Ketika ada 6 provinsi maka pengaturannya akan lebih mudah dan menguntungkan rakyat di Bumi Cendrawasih.

Tujua utama dari penambahan DOB untuk menguntungkan masyarakat Papua, salah satunya meningkatkan kualitas sumber daya manusia. SDM di Papua makin berkembang dan masyarakat Papua yang berprofesi sebagai olahragawan juga diuntungkan.

Ketua Umum KONI Provinsi Papua, Kenius Kogoya mengatakan berdasarkan instruksi KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Pusat bahwa atlet yang akan tampil pada PON XXI Aceh-Sumut, khususnya untuk provinsi DOB dibatasi kuota tanpa harus melalui babak pra-kualifikasi PON karena mendapatkan wild card. Kuotanya ada 30 orang.

Kenius Kogoya melanjutkan, para atlet berstatus milik Papua namun sudah bergabung dengan cabang olahraga di provinsi DOB, sehingga KONI Pusat memberikan keputusan kepada KONI Papua untuk didiskusikan bersama provinsi DOB. Diharap ada ketertiban administrasi sehinga status mereka lebih jelas.

Dalam artian, ketika ada provinsi baru maka dipersilakan untuk mengikuti PON (Pekan Olahraga Nasional). PON tahun 2024 diselenggarakan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. SDM para olahragawan yang mewakili 4 DOB (Provinsi Papua Barat Daya), Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Pegunungan) akan lebih baik karena memiliki atlet mutasi dari provinsi Papua dan Papua Barat.

Peningkatan SDM sangat penting karena atlet juga profesi yang cukup bergengsi. Tahun 2020 lalu Papua menjadi tuan rumah PON. Tahun 2024 atlet dari 6 DOB Papua menjadi peserta. Dengan adanya DOB maka kualitas mereka akan makin ditingkatkan karena ada mutasi, sehingga tidak usah mencari olahragawan baru untuk dilatih (karena butuh waktu yang lama untuk persiapan PON).

Sementara itu, ada juga peningkatan SDM di kalangan masyarakat Papua karena kemudahan akses pendidikan. Politisi Sofyan Tan mengatakan bahwa ia mendukung 4 DOB baru di Papua. Menurutnya, pemekaran daerah bisa memicu pembangunan di Papua. Nantinya akan banyak pelayanan masyarakat yang dapat diberikan, seperti pembangunan universitas, akademi, dan lembaga pendidikan lain.

Sebelum ada penambahan DOB, banyak anak yang terpaksa putus sekolah sekolah karena mereka harus bekerja demi menunjang ekonomi keluarga. Pandangan konservatif di Papua, memandang bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang tidak penting dan keengganan untuk bekerja menyebabkan banyak rakyat Papua yang meninggalkan kawasan urban.

Namun ketika ada 4 DOB maka akan dibangun sekolah-sekolah dan universitas di Papua. Dengan cara ini maka para putra Papua bisa melanjutkan pendidikan dan kualitas hidupnya akan meningkat.

Dengan penambahan DOB maka akan sangat menguntungkan bagi masyarakat Papua. Mereka bisa kuliah, tak hanya di Universitas Cendrawasih. Namun juga di kampus-kampus lain yang akan dibangun di Papua. Mereka tak lagi harus merantau ke Jawa atau pulau lain untuk menempuh pendidikan tinggi.

Untuk mempermudah masyarakat Papua maka pemerintah pusat memberikan dana beasiswa Otsus. Dengan uang ini maka pada siswa dan mahasiswa bisa belajar dengan tenang karena SPP sudah ditanggung. Mereka bisa fokus menyelesaikan studi tanpa mengkhawatirkan biayanya. Kemudian, beasiswa Otsus juga bisa digunakan di kampus luar Papua, bahkan di luar negeri.

Saat masyarakat Papua menempuh pendidikan tinggi (sampai ke tingkat universitas) maka meningkatkan kualitas SDM. Penyebabnya karena mereka lebih lama melakukan proses belajar, sehingga lebih cerdas dan cekatan. Rakyat Papua semangat untuk bersekolah karena yakin bahwa dengan cara ini masa depan mereka jadi lebih baik.

Dengan ijazah sarjana maka masyarakat Papua bisa melamar kerja ke perusahaan tambang atau perusahaan lain, atau ikut ujian calon pegawai negeri sipil. Mereka akan punya penghasilan tetap dan menafkahi keluarganya dengan layak. Taraf hidupnya juga makin membaik.

Oleh karena itu masyarakat Papua setuju akan adanya 4 DOB karena terbukti meningkatkan kualitas SDM dengan memudahkan jalan untuk sekolah dan kuliah. Adanya 4 DOB memberi efek jangka panjang karena pendidikan adalah investasi yang lama, tetapi memberi dampak positif karena kehidupan mereka jadi lebih baik.

Keberadaan 4 DOB sangat menguntungkan bagi masyarakat Papua karena sumber daya manusianya meningkat. Mereka bisa memilih untuk jadi atlet dan mengharumkan nama Papua di PON dan lomba-lomba olahraga lain. Kemudian, dengan adanya provinsi baru maka ada sekolah dan kampus baru, sehingga SDM mereka jadi lebih baik dan rakyatnya jadi lebih cerdas.

)* Mahasiswa Papua Tinggal di Bali

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda