Pemilu 2024 Damai Tanggung Jawab Semua Pihak, Hindari Penyebaran Radikalisme - BERITA KALIMANTAN

Senin, 09 Oktober 2023

Pemilu 2024 Damai Tanggung Jawab Semua Pihak, Hindari Penyebaran Radikalisme

Oleh : David Falih Hansa )*

Dalam rangka menyukseskan Pemilu 2024, masyarakat wajib menghindari penyebaran radikalisme. Pemilu harus diselenggarakan dengan damai dan menjadi tanggung jawab semua pihak. Masyarakat dan aparat keamanan membantu pemerintah dan pihak-pihak lain untuk bekerja sama mewujudkan Pemilu damai.

Pemilu adalah gelaran akbar yang diselenggarakan 5 tahun sekali dan masyarakat menantinya dengan antusias, karena ingin mendapatkan calon pemimpin baru. Seluruh rakyat diminta untuk menjaga perdamaian dan kerukunan antar umat jelang pemilu. Jangan ada isu radikal yang bisa menyebabkan masa kampanye dan pemilu berakhir dengan tragis karena ada kerusuhan.

Kelompok radikal dan teroris sengaja memecah-belah bangsa agar terjadi kekacauan di masyarakat. Mereka memanfaatkan masa kampanye untuk menyebarkan narasi kebencian dan hoaks di dunia maya. Hal ini dapat mengancam keberhasilan Pemilu. Padahal Pemilu adalah program yang sangat penting untuk menegakkan demokrasi dan memilih presiden, wakil presiden, serta anggota legislatif.

Radikalisme menjadi musuh karena kelompok teroris dan radikal mulai melakukan rencana penyerangan jelang Pemilu 2024, terutama saat masa kampanye. Oleh karena itu masyarakat wajib menangkal radikalisme demi kesuksesan Pemilu tahun depan. Pemilu harus diselenggarakan dengan damai, dan jadi tanggung jawab semua pihak, baik masyarakat, KPU, Bawaslu, aparat keamanan, dan pihak-pihak lain.

Upaya untuk mencegah radikalisme dan terorisme menjelang pemilu perlu dilakukan oleh semua pihak, termasuk Pemerintah, masyarakat, dan media. Demi mencegah terjadinya hal tersebut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang terkait dengan penyebaran informasi serta membentuk mitra yang salah satunya adalah Duta Damai Dunia Maya.

Direktur Pencegahan BNPT Prof. Irfan Idris menyatakan bahwa Duta Damai Dunia Maya ini berperan aktif menyebarkan informasi-informasi perdamaian melalui website dan juga konten-konten menarik di sosial media. Khusus di media online Duta Damai Dunia Maya ini memfokuskan penyebaran informasi melalui Tiktok dan Instagram.

Duta Damai Dunia Maya ini terdiri anak-anak muda yang tentunya memiliki ketertarikan dan juga keinginan untuk turut serta membantu menghentikan penyebaran konten-konten negatif yang yang berisi ujaran kebencian, permusuhan, serta kekerasan yang ada di dunia maya.

Duta Damai Dunia Maya tersebar di 18 provinsi dan ditambah dengan dua Duta Damai Santri yang ditempatkan di pesantren-pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Konten informasi yang dibuat sangat bagus. Para Duta Damai membuat konten yang dibalut dengan komedi dan tentu saja mengikuti tren. Dengan konten yang menarik seperti itu biasanya pesan akan melekat dengan mudah, dalam benak para generasi muda ini.

Sedangkan untuk kegiatan offline mereka kerap melakukan edukasi pencegahan radikal terorisme kepada organisasi-organisasi, atau komunitas mahasiswa dan pelajar, tentunya dengan bekerja sama dengan pemerintah serta instansi yang ada di wilayah-wilayah regional.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengajak masyarakat untuk terlibat pencegahan paham radikalisme.  Tindakan pencegahan penyebaran paham radikalisme akan berguna untuk melindungi seluruh warga Jakarta. Sehingga, tercipta suasana aman dan tenteram dalam bermasyarakat.

Heru Budi Hartono menekankan pentingnya semua pihak untuk memperhatikan potensi yang mungkin muncul, sekecil apapun itu terkait terorisme dan radikalisme. Pasalnya, masalah dan hambatan kecil jika dibiarkan maka dapat menjadi masalah yang lebih besar dan berdampak pada masyarakat.

Heru sudah mendiskusikan upaya mencegah radikalisme dengan BNPT terutama saat Pemilu. Ia ingin warga dan masyarakat di DKI Jakarta aman dari ancaman teroris yang tidak  diduga. Dalam artian, untuk mewujudkan Pemilu damai maka perlu ada pencegahan radikalisme dan terorisme.

Upaya pencegahan serangan radikal dan teroris wajib dilakukan, baik oleh masyarakat maupun aparat keamanan. Polri menjalankan Operasi Mantap Brata untuk mengamankan prosesi Pemilu 2024, dari masa kampanye sampai hari pengumuman presiden Indonesia yang baru. Sedangkan masyarakat membantu untuk membuat suasana kondusif dan menangkal radikalisme dengan menghindari kelompok terlarang tersebut.

Masyarakat diminta untuk lebih waspada akan kelompok teroris karena mereka pintar sekali membaur di kalangan rakyat biasa. Jika ada yang mencurigakan maka laporkan saja ke aparat keamanan. Nantinya akan diselidiki apakah orang itu betul-betul anggota kelompok teroris, yang ingin menggagalkan Pemilu 2024.

Bagi kelompok teroris dan radikal, pemerintah adalah musuh. Mereka menggunakan segala cara termasuk dengan jalan kekerasan. Oleh karena itu jangan sampai Pemilu gagal karena ada pengeboman atau pelemparan bom Molotov.

Oleh karena itu demi mewujudkan Pemilu 2024 yang aman dan damai, perlu ada kerja sama untuk menangkal kelompok radikal dan teroris. Masyarakat wajib mewaspadai penyebaran radikalisme dan melaporkannya ke aparat keamanan jika menemukan orang yang mengajak untuk radikal. Kemudian, aparat keamanan juga bekerja keras mengamankan Pemilu 2024, demi kesuksesan program tersebut, sekaligus melindungi seluruh rakyat Indonesia.

)* Penulis adalah kontributor Persada Institute

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda