Di WWF Bali, Indonesia Serukan Pentingnya Pengelolaan Air Berkelanjutan Hadapi Tantangan Perubahan Iklim - BERITA KALIMANTAN

Rabu, 22 Mei 2024

Di WWF Bali, Indonesia Serukan Pentingnya Pengelolaan Air Berkelanjutan Hadapi Tantangan Perubahan Iklim

Bali – Indonesia, sebagai tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10, menyerukan kepada seluruh peserta delegasi WWF dan para stakeholder terkait pentingnya pengelolaan air berkelanjutan, terutama dalam menghadapi permasalahan perunahan iklim saat ini.

Presiden Jokowi menegaskan tiga prinsip dasar air bagi kemakmuran bersama. Pertama, menghindari persaingan dan mendorong pemerataan. Kedua, mengedepankan kerja sama inklusif, termasuk penggunaan teknologi dan pembiayaan inovatif. Terakhir adalah menyokong perdamaian dan kemakmuran bersama. Ketiga hal tersebut hanya bisa terwujud melalui kolaborasi.

“World Water Forum 2024 harus menjadi momentum berbagai negara di dunia guna merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dengan berbagai pengetahuan, mendorong solusi inovatif, dan mewujudkan manajemen sumber daya air (SDA) yang terintegrasi.” ujar Presiden Jokowi

Hal itu juga relevan dengan pernyataan periset Badan Riset dan Inovasi Nasional, Budi Heru Sentoso yang sekaligus sebagai komite Nasional untuk UNESCO - Intergovernmental Hydrologycal Prgramme (IHP) yang melaporkan Pembangunan Air Dunia PBB 2024.

“Air untuk Kemakmuran dan Perdamaian menyampaikan Intergovernmental Hydrologycal Programme (IHP-IX) berfokus pada empat tugas. Pertama meningkatkan pemahaman ilmiah air, kedua yaitu penguatan kapasitas dan tata kelola air. Ketiga ada pembinaan kolaborasi dan kemitraan dan yang terakhir meningkatkan kesadaran masyarakat,” ujar Budi.

Budi menyatakan World Water Forum menjadi momentum yang baik untuk BRIN, misalnya dapat menjadi forum untuk melakukan kolaborasi terkait riset dalam skala global maupun pembahasan mengenai inovasi untuk memperluas berbagai permasalahan tentang air.

“Dalam kegiatan World Water Forum 2024, ribuan peserta hadir dari seluruh dunia dari beragam latar belakang, termasuk peserta yang berlatar belakang riset dan inovasi. Dalam World Water Forum ini BRIN bertemu dengan pihak-pihak terkait riset dan inovasi baik dalam dan luar negeri untuk memperluas kemitraan riset dan inovasi,” ujar Budi.

Ia juga menyampaikan pentingnya kolaborasi dengan pihak-pihak yang terkait dengan kelangsungan sumber daya air. “Kita memerlukan kolaborasi dalam bidang perencanaan dan pengambilan keputusan untuk infrastruktur air serta mempromosikan penggunaan air berkelanjutan,” ujar.

Ia mengajak berbagai pihak yang diperlukan untuk menjadi partisipasi aktif terkait dalam kegiatan tanggap bencana yang berhubungan dengan air. “BRIN dapat membantu menyadarkan kita semua tentang pentingnya menghemat air dan menjaga konservasi air di Indonesia,” pungkas Budi.

Pada WWF ke-10, dirilis pada akhir pertemuan tingkat menteri World Water Forum ke-10 yang dihadiri oleh 106 negara dan 27 organisasi internasional.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono menjelaskan, dalam deklarasi itu Indonesia sebagai tuan rumah World Water Forum mengusung tiga prioritas utama:
Pertama, pendirian Pusat Keunggulan (Center of Excellence) untuk ketahanan air dan iklim guna mengembangkan kapasitas pengetahuan (knowledge), berbagi (sharing), dan pemanfaatan fasilitas yang unggul.

“Sebagai negara kepulauan, Indonesia wajib berada di garda depan untuk mendorong inovasi dalam pengelolaan air dan sanitasi. Center of Excellence itu bukan hanya untuk warga negara Indonesia tapi juga untuk negara-negara South South atau mungkin Asia Pasifik,” kata Menteri Basuki.

Kedua, mengangkat isu pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) secara terpadu dan pada pulau-pulau kecil.

Meskipun dikelilingi perairan yang luas, Indonesia dinilai tetap memerlukan sistem tata kelola air yang baik untuk mengatasi tantangan kualitas dan ketersediaan air bersih.

Ketiga, pengusulan Hari Danau Sedunia (World Lake Day).

Sebab, danau merupakan sumber pasokan air yang menghidupi manusia sekaligus memiliki fungsi sosial dan ekonomi masyarakat.

Peringatan Hari Danau Sedunia ini tidak simbolis namun sebagai salah kunci utama menjaga kelestarian danau sedunia.

“Kita harus menjaga itu untuk menjaga hidupnya. Itulah gunanya peringatan Hari Danau Sedunia,” imbuh Menteri Basuki.

Selain deklarasi Menteri, lanjut Menteri Basuki, salah satu yang menjadi capaian pada forum internasional ini adalah berhasilnya Indonesia menyusun daftar proyek terkait air yang menjadi andalan dari berbagai negara.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda