Pembangunan Papua Tengah Melalui Peningkatan Bandara Bantu Ekonomi Masyarakat - BERITA KALIMANTAN

Kamis, 30 Mei 2024

Pembangunan Papua Tengah Melalui Peningkatan Bandara Bantu Ekonomi Masyarakat

Oleh: Nadine Wangge

Papua Tengah kini bersiap menghadapi era baru pembangunan yang menjanjikan melalui perpanjangan landasan Bandara Baru Nabire. Proyek ambisius ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas bandara, tetapi juga mengantarkan Papua Tengah ke gerbang kemajuan ekonomi yang lebih luas. Ini adalah saatnya kita, sebagai masyarakat, bersatu dan mendukung langkah strategis ini demi masa depan yang lebih cerah bagi wilayah kita.

Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah mengumumkan rencana ambisius untuk memperpanjang landasan pacu (runway) Bandara Baru Nabire. Langkah ini diproyeksikan akan memulai era baru bagi perekonomian dan pembangunan wilayah ini.

Dengan memperpanjang landasan pacu hingga 2.500 meter, Bandara Nabire akan mampu melayani pesawat berbadan besar seperti Boeing, membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat.

Rencana ini disampaikan dalam dialog antara Penjabat Gubernur Papua Tengah, DR. Ribka Haluk, S.Sos., MM., dan Menteri Perhubungan RI, DR. (H. C) Ir. Budi Karya Sumadi di Jakarta pada 15 Mei 2024. Dialog tersebut tidak hanya menyoroti pentingnya peningkatan Bandara Baru Nabire, tetapi juga membahas permohonan pinjam pakai aset Bandara Nabire lama oleh Pemprov Papua Tengah, yang akan diformalisasi melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penjabat Gubernur Ribka Haluk menyatakan bahwa kerja sama ini adalah langkah strategis untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat. Ia berterima kasih kepada Menteri Perhubungan atas terealisasinya MoU tersebut, yang dianggapnya sebagai tonggak penting dalam mewujudkan harapan masyarakat Papua Tengah.

Perpanjangan landasan pacu bandara ini dipandang sebagai hal yang sangat krusial. Dengan adanya pesawat berbadan besar yang dapat mendarat di Bandara Nabire, seperti halnya di daerah otonomi baru lainnya di Papua, diharapkan akses penerbangan menjadi lebih mudah dan dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Haluk menekankan bahwa ini adalah langkah maju yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Papua Tengah.

Dengan kapasitas penerbangan yang meningkat, Bandara Nabire diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah ini secara signifikan. Kemudahan aksesibilitas dan mobilitas akan membuka peluang baru untuk perdagangan, investasi, dan pariwisata, yang semuanya berkontribusi pada perekonomian lokal.

Lebih dari itu, penggunaan Bandara Nabire lama untuk meningkatkan pelayanan publik, termasuk sebagai kantor dinas, adalah bukti komitmen pemerintah daerah untuk terus berinovasi demi kesejahteraan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua Tengah, Washington Lumban Gaol, menegaskan bahwa proyek perpanjangan landasan pacu ini akan dimulai segera setelah MoU ditandatangani. Pembangunan ini meliputi penambahan panjang landasan hingga 900 meter dari panjang saat ini yang 1.600 meter.

Ini akan memastikan bahwa pesawat berbadan besar seperti Boeing dapat mendarat di bandara baru tersebut, menjadikan Nabire sebagai salah satu pusat transportasi udara yang strategis di Papua Tengah.

Selain itu, proyek ini juga mencakup berbagai pekerjaan tambahan di lokasi bandara, termasuk penimbunan lahan di sisi utara yang mengarah ke laut, penyediaan alat penunjang keselamatan pesawat, dan pemagaran lahan di sisi utara.

Semua ini dirancang untuk memastikan bahwa pembangunan berjalan lancar dan tepat sasaran, sejalan dengan visi Gubernur untuk mensejahterakan masyarakat Papua Tengah.

Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi, menyambut baik inisiatif dari Pemprov Papua Tengah ini. Ia mengapresiasi komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan infrastruktur transportasi di wilayah tersebut.

Ia juga memberikan arahan agar akses jalan masuk ke bandara, ketersediaan listrik, dan penghijauan di sekitar bandara diperhatikan, guna menciptakan lingkungan yang mendukung dan berkelanjutan.

Pembangunan infrastruktur transportasi seperti perpanjangan landasan pacu ini adalah salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Bandara yang mampu melayani pesawat berbadan besar akan memfasilitasi pengiriman barang dan mobilitas orang dengan lebih efisien, membuka jalur-jalur baru untuk perdagangan dan pariwisata.

Dengan demikian, bandara ini bukan hanya sekadar fasilitas transportasi, tetapi juga katalis bagi pembangunan ekonomi regional.

Di tengah upaya pembangunan ini, penting bagi seluruh elemen masyarakat Papua Tengah untuk bersatu padu mendukung langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah daerah. Partisipasi aktif dan dukungan dari masyarakat akan menjadi faktor penentu keberhasilan proyek ini.

Selain itu, transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek harus dijaga agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pembangunan Bandara Baru Nabire dan pemanfaatan Bandara Nabire lama sebagai pusat pelayanan publik adalah contoh nyata dari upaya pemerintah untuk mengoptimalkan aset yang ada demi kemajuan daerah.

Ini adalah langkah proaktif yang tidak hanya meningkatkan infrastruktur, tetapi juga mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, menjadikan pemerintah lebih responsif terhadap kebutuhan dan harapan warganya.

Proyek perpanjangan landasan pacu Bandara Baru Nabire adalah sebuah upaya strategis yang berpotensi besar membawa Papua Tengah ke arah kemajuan yang lebih cepat dan inklusif. Dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, kita bisa berharap melihat Papua Tengah yang lebih terhubung, lebih dinamis, dan lebih sejahtera dalam waktu dekat.

Mari kita dukung penuh proyek pembangunan Bandara Baru Nabire ini. Bersama-sama, kita dapat menciptakan Papua Tengah yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. Ayo kita wujudkan mimpi kita bersama.

*)  Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda