Mengutuk Aksi Teror OPM Paksa Masyarakat Jadi Pengungsi - BERITA KALIMANTAN

Rabu, 03 Juli 2024

Mengutuk Aksi Teror OPM Paksa Masyarakat Jadi Pengungsi

Oleh : Timotius Gobay )*

Organisasi Papua Merdeka (OPM) sangat meresahkan masyarakat karena terus menerus meneror masyarakat termasuk di Distrik Bibida, Kabupaten Paniai yang membuat warga sempat harus mengungsi demi keselamatan mereka. Oleh karenanya, seluruh elemen masyarakat Papua agar mendukung tindakan tegas terhadap OPM agar kedamaian dapat segera terwujud.

Aksi teror OPM telah membuat masyarakat Distrik Bibida Kabupaten Paniai resah, pasalnya OPM ini sangat mengganggu, bahkan juga tega menembak warga. Seperti yang diketahui, sejak 14 Juni 2024 lalu, OPM telah menguasai Distrik Bibida saat aparat keamanan melakukan pengejaran, Kelompok OPM di bawah pimpinan Undius Kogoya menembak warga.

Teror yang ditujukan kepada warga Distrik Bibida membuat mereka terpaksa menjadi pengungsi. Masyarakat harus mengungsi dengan menggunakan truk ke wilayah lain, yakni di Gereja Madi, Kabupaten Paniai. Bukan hanya itu saja, aksi meresahkan OPM juga terbukti melakukan pengrusakan fasilitas umum yakni Puskesmas dan jembatan yang ada di sana.

Aksi sadis dan tidak manusiawi, OPM menghancurkan fasilitas umum hingga membunuh warga sipil yang tidak bersalah. Kekejaman OPM sangat dikecam oleh seluruh masyarakat lantaran tidak memikirkan kepentingan bersama, melainkan hanya memikirkannya kepentingannya sendiri.

Komandan Satgas Media Koops Habema Letkol Arh Yogi Nugroho mengatakan OPM belum jera mengganggu kondusifitas wilayah Bibida. Bahkan, mereka mencoba berbagai upaya untuk terus menerus meneror masyarakat. Padahal, masyarakat setempat tidak memiliki kesalahan apapun. Sangat jelas hal ini nyata-nyata telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) dan sudah sepatutnya harus diberantas.

Kendati demikian, Pemerintah RI beserta aparat keamanan TNI-Polri memastikan terus memberikan perlindungan dan memberikan pelayanan terbaik untuk rakyat di Tanah Papua. Hal ini demi menciptakan kondusifitas wilayah Papua, sehingga masyarakat setempat tidak perlu khawatir dengan kehadiran OPM yang mengganggu itu.

Aparat keamanan terus melakukan patroli wilayah Kampung/Distrik Bibida, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah yang kerap dijadikan aksi teror OPM dengan sadis kepada masyarakat yang tak bersalah. Sementara Kepolisian resor (Polres) Maybrat, Papua Barat Daya, juga gencar melakukan patroli untuk meningkatkan keamanan dan pengamanan dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas di hari OPM pada 1 Juli lalu.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Maybrat, AKP Muhammad Rusli, di Kumurkek, mengatakan personelnya harus selalu siaga dan waspada terhadap segala kemungkinan gangguan keamanan yang dapat terjadi oleh OPM. Mereka juga bekerja sama dengan instansi terkait untuk menjaga sinergitas dengan masyarakat.

Sejalan dengan hal tersebut, Ketua II Pemuda Adat Saireri, Ali Kabiay mengatakan perjuangan OPM saat ini bukan membela orang Papua, artinya bahwa mereka ini para OPM  tidak murni membela orang Papua, melainkan demi kepentingan oknum semata. Padahal, negara lain sedang bersaing ekonomi, namun OPM justru masih sibuk melangsungkan aksi kekerasan dan teror sadis kepada saudara Papuanya sendiri.

Senada, Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Max Abner Ohee menegaskan bahwa dirinya memberikan pernyataan sikap menolak OPM di Tanah Papua lantaran sudah banyak masyarakat sipil yang menjadi korban dan meminta kepada aparat keamanan TNI-Polri untuk mengejar dan menindak tegas pelaku.

Pasalnya, dengan kehadiran OPM di Tanah Papua justru dapat menghambat pertumbuhan di Bumi Cendrawasih itu sendiri. Bagaimana tidak, OPM memberikan dampak negatif dan juga menyebabkan penderitaan serta kesengsaraan bagi masyarakat sipil di sekitar sana yang tidak tahu menahu. Bahkan, OPM justru menghalang-halangi pembangunan di Papua untuk kepentingannya sendiri.

Masyarakat Papua sendiri bahkan sudah menegaskan jika mereka tidak akan mentolerir keberadaan OPM di wilayah mereka. Warga juga mendesak pemerintah Indonesia untuk menindak tegas aksi teror yang dilakukan oleh OPM yang sadis itu. Pemerintah RI juga terus berupaya menanggulangi masalah tersebut dengan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersatu padu melawan separatisme dan ekstremisme yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Tanah Papua adalah bagian integral dari Negara Kesatuan Republik Indonesia yang tak terpisahkan, sehingga apabila terdapat oknum seperti OPM dengan suara lantang masyarakat Papua sangat tegas menolak keberadaan mereka semua di Tanah Papua. Karena mereka juga menyadari bahwasanya kedaulatan, persatuan dan kesatuan NKRI ini sangatlah penting dibandingkan ideologi tidak masuk akal para OPM yang mementingkan keinginannya sendiri.

Upaya pemerintah dalam ciptakan situasi yang kondusif bagi masyarakat Papua patut diapresiasi, bersama dengan tokoh adat dan pihak-pihak terkait, masyarakat Papua diberikan pelayanan yang terbaik dan tidak perlu cemas. Gabungan aparat keamanan juga terus berkomitmen untuk melindungi warga sipil di Bumi Cendrawasih.

Demi menegakkan kedaulatan negara dan menyelesaikan konflik di Bumi Cendrawasih, Pemerintah RI gencar melakukan berbagai macam upaya termasuk dialog politik hingga pembangunan ekonomi. Adapun upaya lainnya yakni terus memediasi konflik papua dan mencari solusi dari berbagai pihak, baik lokal maupun internasional.

)* Penulis adalah Mahasiswa Papua tinggal di Gorontalo

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda