BERITA KALIMANTAN

opini

trending

Showbiz

Ad Placement

daerah

nasional

Selasa, 28 Mei 2024

Kerukunan Lintas Agama Penting Pasca Pemilu dan Sukseskan Pilkada Damai

Oleh: Maesywara Wulandari

Pasca pemilu, pentingnya kerukunan lintas agama tidak dapat diremehkan, terutama saat memasuki fase Pilkada. Kerukunan ini menjadi landasan bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang harmonis dan damai. Mari kita perkuat komitmen kita untuk menjaga kedamaian dan stabilitas sosial, demi mewujudkan Pilkada yang aman dan sukses di berbagai wilayah, termasuk Kabupaten Mimika.

Dalam rangka menciptakan suasana damai dan harmonis menjelang Pilkada, Polres Mimika telah menggelar acara syukur dan doa bersama lintas agama di Aula Mapolres Mimika pada Jumat, 17 Mei 2024. Acara ini merupakan langkah nyata untuk menyatukan berbagai elemen masyarakat guna memastikan keberlangsungan proses demokrasi yang damai dan tertib.

Dalam sambutannya, Kapolres Mimika, AKBP I Gede Putra, menekankan bahwa doa bersama ini merupakan ungkapan syukur atas terselenggaranya Pemilu di Kabupaten Mimika yang berjalan dengan aman dan damai. Ia berharap, dengan doa ini, Pilkada yang akan datang juga dapat berlangsung dengan lancar dan damai.

Menurutnya, kerukunan lintas agama menjadi fondasi yang kuat dalam mewujudkan pesta demokrasi yang aman dan sukses. Ajakan untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat.

Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Ignatius Adii, dalam sambutannya juga menegaskan komitmen FKUB untuk selalu bekerja sama dengan aparat keamanan dalam menciptakan ketertiban dan keamanan masyarakat (kamtibmas) di Mimika, demi suksesnya Pilkada damai di Kabupaten Mimika.

Ia menyampaikan apresiasinya kepada aparat keamanan, khususnya anggota Polri, yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Kabupaten Mimika. FKUB berkomitmen untuk terus mendukung upaya-upaya yang dilakukan demi menjaga keamanan dan kedamaian selama berlangsungnya Pilkada.

Acara doa bersama lintas agama ini diadakan secara bergiliran oleh perwakilan dari berbagai agama, seperti Islam, Katolik, Hindu, Buddha, dan Kristen Protestan. Masing-masing perwakilan menyampaikan doa dengan harapan agar Pemilu dan Pilkada di Kabupaten Mimika dapat berlangsung dalam suasana yang damai dan harmonis.

Ini menunjukkan komitmen kuat dari berbagai elemen masyarakat dan aparat keamanan di Mimika untuk menjaga kedamaian dan stabilitas selama proses demokrasi berlangsung. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini, kerukunan antarumat beragama semakin kuat dan dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat Kabupaten Mimika.

Pentingnya peran tokoh agama dalam menciptakan kerukunan pasca pemilu tidak dapat dipungkiri. Menurut Dr. H. Kasno Sudaryanto, M.Ag., seorang dosen di Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Ampel Surabaya, pemilu 2024 ini berjalan dengan lancar dan damai, salah satunya berkat peran aktif umat beragama dalam meningkatkan toleransi dan saling pengertian.

Kasno juga menyoroti peran anak muda yang semakin aktif dan memahami dunia politik, sehingga mampu memberikan edukasi kepada yang lebih tua.

Prof. Dr. Philip K. Widjaja, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), dalam dialog yang sama, menambahkan bahwa gotong royong menjadi salah satu cara efektif untuk mempererat kerukunan antarumat beragama.

Gotong royong mencerminkan sikap saling membantu tanpa memandang agama, yang sangat diperlukan untuk memperkuat ikatan sosial.

Bhabinkamtibmas Polsek Caringin Polres Sukabumi, Aipda Udin, dalam kegiatan silaturahmi door to door system (DDS), mengajak umat beragama untuk terus menjaga kondusifitas dan saling menghormati, terutama pasca Pemilu. Ia juga mendorong agar ronda malam diaktifkan kembali untuk menjaga keamanan lingkungan. Langkah ini penting untuk memastikan kerukunan dan stabilitas sosial.

Di Jayapura, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Patrige Rudolf Renwarin menghadiri Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang bertujuan untuk mensukseskan Pilkada Damai di Tanah Papua. Ia menekankan bahwa kerukunan antar umat beragama adalah prinsip penting dalam masyarakat yang beragam. Melalui dialog dan sikap saling menghormati, kesalahpahaman dapat dikurangi dan kerukunan dapat diperkuat.

Selain itu, Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV di Manokwari, Papua Barat, juga dijadikan momentum untuk mempererat kerukunan antarumat beragama. Dirjen Bimas Kristen Kementerian Agama, Jeans Marie Tulung, menyatakan bahwa Pesparawi harus menjadi ajang untuk memperkuat kerukunan dan toleransi, bukan hanya mencari juara.

Panitia diharapkan menyediakan akomodasi bagi peserta di rumah-rumah warga dari berbagai agama, untuk membangun kebersamaan dan moderasi beragama.

Pesparawi di Manokwari terpilih sebagai tuan rumah karena tingkat kerukunan dan toleransi beragama yang tinggi. Melalui acara ini, diharapkan masyarakat dapat menampilkan moderasi beragama dan membangun kebersamaan.

Pemprov Papua Barat, Pemkab Manokwari, dan forkopimda diharapkan dapat melibatkan seluruh pimpinan gereja dalam pelaksanaan Pesparawi, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan sukses pada 2025.

Menjaga kerukunan lintas agama pasca Pemilu dan dalam rangka menyukseskan Pilkada damai adalah tugas bersama yang memerlukan komitmen dan kerja sama dari semua pihak. Dengan memperkuat toleransi dan saling pengertian, kita dapat menciptakan suasana yang harmonis dan damai, yang akan mendukung proses demokrasi berjalan dengan lancar.

Mari kita semua berperan aktif dalam menjaga kerukunan ini, demi masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

*) Kontributor Lapak Baca Indonesia

Hapus Kesenjangan dengan Perkotaan, Pemerintah Berikan Dana Kampung untuk Papua

Oleh: Kezia Sanggei

Di tengah gempuran arus modernisasi yang semakin pesat, Papua tetap menjadi daerah yang perlu perhatian lebih dalam hal pembangunan. Perbedaan mencolok antara kondisi perkotaan dan pedesaan di Papua menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah pusat hingga daerah berupaya keras untuk mengejar ketertinggalan tersebut.

Salah satu upaya nyata yang dilakukan adalah melalui pengucuran dana kampung dan pembentukan Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam). Program ini diharapkan dapat mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Papua.

Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan (Sorsel) di Papua Barat Daya baru saja melantik 225 anggota Baperkam untuk wilayah Imekko, yang meliputi Distrik Inanwatan, Distrik Kokoda, dan Distrik Metemani. Pelantikan ini merupakan langkah penting dalam upaya memperkuat struktur pemerintahan di tingkat desa atau kampung, yang sesuai dengan amanat Undang-undang nomor 6 tahun 2014 tentang Desa.

Kehadiran Baperkam ini diharapkan mampu menjadi pilar utama pembangunan di kampung serta mendorong sinergi yang baik antara Baperkam dan kepala kampung dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.

Pembentukan Baperkam ini tidak hanya sebatas formalitas, melainkan memiliki peran yang sangat penting dalam mengontrol jalannya pembangunan di tingkat kampung. Baperkam bertugas mengawasi pengelolaan dana kampung, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Dana Alokasi Kampung dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dengan adanya pengawasan ini, diharapkan program pembangunan kampung dapat berjalan maksimal dan tepat sasaran, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara signifikan.

Selain memperkuat struktur pemerintahan di tingkat kampung, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur di Papua. Salah satu proyek besar yang sedang direncanakan adalah reklamasi kawasan kumuh di Pasar Ampera, Distrik Teminabuan, Sorong Selatan.

Proyek ini membutuhkan anggaran sekitar Rp150 miliar dan direncanakan akan dilakukan dalam tiga tahap. Reklamasi ini tidak hanya bertujuan untuk memperbaiki kondisi lingkungan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat melalui penataan perumahan, jalan lingkungan, pengelolaan sampah, sanitasi, dan penyediaan air bersih.

Kawasan Pasar Ampera dipilih karena memiliki potensi besar untuk dijadikan pusat pariwisata dan perekonomian. Kawasan ini merupakan salah satu pelabuhan utama yang menghubungkan tiga kabupaten di Papua, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong Selatan, dan Kabupaten Maybrat.

Dengan peremajaan dan penataan ulang, kawasan ini diharapkan bisa menjadi magnet bagi wisatawan serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Tidak hanya itu, di Kabupaten Biak Numfor, Papua, pemerintah juga memberikan perhatian khusus melalui Dana Otonomi Khusus (Otsus) yang diterima sebesar Rp48 miliar pada tahap pertama tahun 2024. Dana ini dialokasikan untuk program-program prioritas seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat asli Papua.

Dengan adanya dana Otsus ini, diharapkan kualitas hidup masyarakat asli Papua dapat meningkat dan mereka dapat lebih berdaya saing.

Pemanfaatan dana Otsus ini sangat krusial, mengingat bahwa sejak tiga tahun terakhir, dana tersebut terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022, dana Otsus yang diterima adalah sebesar Rp125 miliar, naik menjadi Rp150 miliar pada tahun 2023, dan mencapai Rp160 miliar pada tahun 2024. Peningkatan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat pembangunan di Papua dan menghapus kesenjangan yang ada.

Di sisi lain, di Desa Komba Selatan, upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat juga dilakukan melalui penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT). Pada tahap pertama tahun 2024, dana BLT sebesar Rp1,5 juta diberikan kepada masing-masing penerima. Program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendorong mereka untuk lebih produktif dan mandiri.

Langkah-langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah sangat serius dalam mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan di Papua. Pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menciptakan masyarakat Papua yang lebih sejahtera dan berdaya saing.

Namun, upaya ini tentu tidak akan berhasil tanpa dukungan dan partisipasi aktif dari masyarakat Papua sendiri. Masyarakat perlu menyadari pentingnya peran mereka dalam proses pembangunan dan berpartisipasi aktif dalam setiap program yang dilaksanakan. Dengan adanya sinergi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Papua dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

Pada akhirnya, semua upaya ini bertujuan untuk menghapus kesenjangan yang ada dan memastikan bahwa seluruh masyarakat Papua, baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan, dapat menikmati hasil pembangunan yang merata.

Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung dan mempercepat pembangunan di Papua, dan dengan dukungan serta partisipasi dari masyarakat, Papua yang lebih maju dan sejahtera bukanlah impian belaka, melainkan sebuah kenyataan yang dapat terwujud dalam waktu dekat.

Menghapus kesenjangan dengan perkotaan adalah tugas bersama. Melalui pengucuran dana kampung, pembentukan Baperkam, proyek reklamasi, dan pemanfaatan Dana Otsus, pemerintah berupaya keras untuk mempercepat pembangunan di Papua.

Namun, kesuksesan ini membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat. Mari bersama-sama kita wujudkan Papua yang sejahtera, di mana setiap warga, baik di perkotaan maupun pedesaan, dapat menikmati hasil pembangunan yang merata. Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, impian Papua yang lebih maju dan berdaya saing akan segera menjadi kenyataan.

*) Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih (Uncen)

Pemerintah Optimis Perekonomian Indonesia Terus Bertumbuh

Oleh: Anita Permata Sari

Optimisme pemerintah dalam memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus meningkat di tahun-tahun mendatang merupakan sebuah harapan yang perlu didukung oleh seluruh elemen masyarakat.

Dengan target pertumbuhan di kisaran 5,5 persen untuk tahun 2025, pemerintah melalui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati telah menyampaikan kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal yang menjadi dasar bagi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025.  Hal ini disampaikan dalam rapat paripurna di Gedung Nusantara II, Komplek Parlemen, Senayan, pada 20 Mei 2024. Menghadapi tantangan global, penting bagi kita semua untuk memahami dan mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah guna mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkualitas.

Dalam presentasinya, Sri Mulyani menyatakan keyakinannya bahwa dengan kerja keras dan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas ekonomi serta melakukan terobosan kebijakan, Indonesia dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.  Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2025 akan berada di kisaran 5,1 hingga 5,5 persen. Angka ini didukung oleh beberapa faktor kunci, antara lain terkendalinya inflasi, keberlanjutan dan perluasan hilirisasi sumber daya alam (SDA), pengembangan industri kendaraan listrik, serta digitalisasi yang didukung oleh perbaikan iklim investasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Pertumbuhan ekonomi ini diharapkan menjadi fondasi yang kuat untuk mencapai tingkat pertumbuhan yang lebih tinggi dalam beberapa tahun ke depan. Namun, tantangan global, seperti risiko dan ketidakpastian di pasar keuangan, harus terus diwaspadai.  Yield surat berharga negara (SBN) dengan tenor 10 tahun diperkirakan berada pada kisaran 6,9 hingga 7,3 persen, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksikan berada di rentang Rp15.300 hingga Rp16.000. Di sisi lain, inflasi diharapkan dapat dikendalikan pada kisaran 1,5 hingga 3,5 persen.

Dalam menghadapi tensi geopolitik yang masih berlanjut, harga minyak mentah Indonesia diperkirakan berada di kisaran 75 hingga 85 dolar AS per barel. Lifting minyak bumi diproyeksikan mencapai 580 hingga 601 ribu barel per hari, sementara lifting gas diperkirakan berada di kisaran 1.004 hingga 1.047 ribu barel setara minyak per hari. Semua ini merupakan indikator penting yang harus diperhatikan dalam menyusun strategi ekonomi ke depan.

Di sisi lain, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto dalam forum internasional Nikkei Forum 2024 di Tokyo, memaparkan ketangguhan ekonomi Indonesia di hadapan para pemimpin global. Dalam forum yang bertajuk "Future of Asia" tersebut, Airlangga menegaskan bahwa selama pandemi Covid-19, perekonomian Indonesia mampu menjadi salah satu yang terbaik di dunia, dengan pertumbuhan rata-rata sebesar 5 persen sejak kuartal II-2021.

Pada kuartal I-2024, ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,11 persen (year-on-year) dan inflasi tetap terjaga pada kisaran 3 persen (year-on-year) pada bulan April 2024. Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menjaga stabilitas politik dan sosial sebagai landasan bagi pertumbuhan ekonomi yang stabil. Ini merupakan kondisi yang sangat baik bagi para investor dan pelaku bisnis.

Transformasi ekonomi yang menjadi agenda utama Presiden Jokowi akan terus dilaksanakan untuk mencapai Visi Indonesia Emas 2045, dengan tujuan menghindari jebakan pendapatan menengah (middle income trap) dalam 20 tahun ke depan melalui dua skenario: transformatif dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen per tahun untuk lepas dari middle income trap pada tahun 2041, dan optimis dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen per tahun untuk lepas dari middle income trap pada tahun 2038.

Pemerintah juga akan melanjutkan reformasi struktural, termasuk kemudahan prosedur berusaha melalui implementasi penuh Undang-Undang Cipta Kerja. Selain itu, pemerintah tengah berproses untuk menjadi anggota OECD, yang diharapkan mampu mendukung pencapaian target PDB per kapita sebesar 30.300 dolar AS pada tahun 2045.  Dengan mengadopsi standar OECD, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan prediktabilitas dan transparansi kebijakan, serta membantu menetapkan standar perekonomian global yang menjadi tolok ukur investasi berkelanjutan dan berkualitas.

Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, Indonesia juga menggabungkan mesin pertumbuhan konvensional seperti pembangunan infrastruktur, ketahanan pangan, dan kerja sama internasional dengan mesin pertumbuhan baru yang diperkuat oleh industrialisasi secara masif, digitalisasi, dan transisi energi.  Kombinasi ini akan didukung dengan penguatan ketahanan dan pemberdayaan ekonomi. Kerja sama internasional menjadi salah satu prioritas, termasuk aksesi OECD dan keterlibatan aktif dalam berbagai kerja sama ekonomi seperti Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF).

Kebijakan hilirisasi juga ditekankan oleh Airlangga untuk menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Peran Indonesia dalam critical minerals untuk baterai kendaraan listrik sangat penting bagi industri otomotif dan energi terbarukan.  Indonesia memiliki potensi besar dengan cadangan nikel, tembaga, bauksit, dan timah yang dapat mendukung industri terbarukan, industri luar angkasa, dan industri pertahanan.

Transisi energi juga menjadi fokus utama, dengan Indonesia sebagai salah satu inisiator Asia Zero Emission Community (AZEC). Pendanaan inklusif untuk kerja sama dekarbonisasi dan transfer teknologi rendah karbon menjadi bagian penting dalam upaya ini. Saat ini, terdapat setidaknya 12 proyek kerja sama dalam kerangka AZEC, dengan tiga proyek sudah dalam tahap implementasi.

Optimisme pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia harus didukung dengan kebijakan yang tepat, kerja sama antar lembaga, serta partisipasi aktif dari masyarakat dan pelaku usaha. Mari kita bersama-sama berkontribusi untuk masa depan ekonomi Indonesia yang lebih cerah.

*) Lembaga Gala Indomedia

Mendorong Evaluasi Penyelenggaraan Pemilu Sesuai Nilai Pancasila

Oleh: Linda Permata

Pemilu yang adil, transparan, dan mencerminkan aspirasi rakyat merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Pemilu 2024 mendatang menjadi momen krusial yang membutuhkan evaluasi menyeluruh agar penyelenggaraannya selaras dengan nilai-nilai Pancasila.

Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo, menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap proses dalam pemilu mengedepankan nilai kerakyatan dan kebijaksanaan yang telah diamanatkan dalam sila keempat Pancasila. Keterwakilan kaum muda dalam legislatif, yang masih rendah, serta tantangan ketersediaan lapangan kerja bagi generasi muda adalah beberapa isu utama yang perlu ditangani dengan serius.

Bambang Soesatyo, yang kerap disapa Bamsoet, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya keterwakilan calon legislatif (Caleg) muda di bawah usia 40 tahun dalam Pemilu 2024. Berdasarkan data dari Center for Strategic and International Studies (CSIS), hanya sekitar 87 orang atau 15 persen dari total 575 kursi DPR RI yang kemungkinan akan diisi oleh caleg muda.

Angka ini menunjukkan penurunan signifikan dibandingkan dengan Pemilu 2009 yang mencapai 23,2 persen. Ironisnya, pemilih berusia di bawah 40 tahun yang mencapai 53-55 persen dari total pemilih, atau sekitar 107-108 juta orang, tidak terwakili secara proporsional.

Tingginya biaya politik menjadi salah satu faktor utama yang menghambat keterwakilan generasi muda dalam kancah politik. Sistem politik yang ada saat ini cenderung menguntungkan mereka yang memiliki sumber daya finansial besar, mengabaikan potensi dan semangat perubahan dari kaum muda.  Bamsoet menyerukan perbaikan sistem politik nasional agar lebih inklusif dan sesuai dengan nilai Pancasila, terutama sila keempat yang menekankan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.

Selain tantangan di ranah politik, Bamsoet juga menyoroti masalah ketenagakerjaan yang dihadapi generasi muda. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), hampir 10 juta atau sekitar 22,25 persen dari Generasi Z yang berusia 15-24 tahun tidak memiliki kegiatan produktif, baik dalam pekerjaan, pendidikan, maupun pelatihan.  Jika ditambah dengan kelompok usia 25-29 tahun, jumlah ini meningkat hingga 66 persen. Ini berarti dua dari tiga kaum muda produktif di bawah usia 30 tahun sedang menganggur atau tidak memiliki kegiatan.

Masalah ini tidak boleh diabaikan dan harus menjadi prioritas utama bagi pemerintahan Prabowo-Gibran. Bamsoet menekankan bahwa melimpahnya penduduk usia produktif, yang mencapai 64,16 juta orang atau sekitar 23,18 persen dari total penduduk, bisa menjadi potensi besar bagi pembangunan bangsa jika didukung dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai. Sebaliknya, jika tidak ditangani dengan baik, hal ini bisa menjadi beban berat bagi negara.

Dalam upaya menyosialisasikan pentingnya empat pilar kebangsaan, termasuk nilai Pancasila, Bamsoet bekerja sama dengan Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menggugah kesadaran generasi muda akan peran mereka dalam pembangunan bangsa.
Hadir dalam kesempatan ini adalah para akademisi dan mahasiswa yang diharapkan bisa menjadi agen perubahan dalam masyarakat.

Di sisi lain, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor juga menunjukkan komitmennya dalam memastikan pemilu yang adil dan transparan. Pada pelantikan 120 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Ridwan Arifin, menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan pemilu.

Fokus utama adalah pencegahan, pengawasan, dan penanganan pelanggaran yang harus dilakukan dengan penuh integritas. Ridwan Arifin mengingatkan para Panwascam akan sumpah dan janji dalam pakta integritas yang harus dijalankan dengan baik. Integritas, netralitas, dan profesionalisme menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas mereka.
Pengetahuan kepemiluan yang terus ditingkatkan juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya penyelenggaraan seluruh tahapan pemilu yang adil dan demokratis. Ridwan menegaskan bahwa pemilu yang bebas dari konflik dan penyimpangan merupakan tanggung jawab bersama yang harus diemban dengan serius.

Pj. Bupati Bogor, Asmawa Tosepu, juga menyampaikan harapannya agar Panwascam mampu mengemban amanah untuk mengawal dan mensukseskan Pilkada yang demokratis, bermartabat, dan berintegritas. Beliau menekankan bahwa tugas Panwascam sangat penting dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan sesuai dengan peraturan dan kode etik yang berlaku. Asmawa mengingatkan bahwa menjaga independensi dan netralitas adalah hal mutlak yang harus dipertahankan oleh setiap anggota Panwascam.

Selain itu, Asmawa juga menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi yang baik dengan seluruh stakeholders untuk menciptakan kondisi yang kondusif selama penyelenggaraan pemilu. Dia berharap Panwascam dapat mencegah konflik dan meminimalisir segala bentuk penyimpangan dalam pelaksanaan pemilu.

Kabupaten Bogor, sebagai salah satu daerah dengan penyelenggaraan pemilu kolosal terbesar di Indonesia, membutuhkan upaya ekstra dalam memastikan setiap tahapan pemilu berjalan dengan lancar, aman, dan kondusif. Dalam konteks ini, sangat penting bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk pemilih dan penyelenggara pemilu, untuk terus berkomitmen pada nilai-nilai Pancasila. Semangat gotong royong, keadilan sosial, dan kerakyatan harus menjadi pedoman dalam setiap langkah yang diambil.

Pemilu bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang bagaimana setiap warga negara turut serta dalam proses demokrasi yang sehat dan bermartabat. Mari kita bersama-sama mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pemilu, memastikan setiap tahapannya berjalan dengan penuh integritas dan sesuai dengan jati diri bangsa, yaitu Pancasila. Dengan demikian, kita bisa mewujudkan pemilu yang tidak hanya adil dan transparan, tetapi juga mampu membawa perubahan nyata bagi kemajuan Indonesia.

*)Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Negeri Semarang

Kebengisan OPM Bakar Kios dan Sekolah di Paniai hingga Tembak Warga Sipil

Oleh: Obaja Wame

Kebengisan Organisasi Papua Merdeka (OPM) terus saja berlanjut dan bahkan sama sekali tidak memandang bulu dengan sangat membabi buta. Baru-baru ini, mereka melakukan pembakaran pada kios dan sekolah di Paniai hingga menembak warga sipil yang sama sekali tidak berdosa.

Tentunya dengan berbagai macam tindakan kekerasan yang OPM lakukan tersebut, sebenarnya sudah sangat meresahkan semua pihak, utamanya mereka selalu menyebarkan teror sangat luar biasa bagi masyarakat sipil.

Tidak hanya melakukan pengrusakan atas berbagai macam fasilitas umum saja, namun lebih sadisnya lagi, Organisasi Papua Merdeka juga terus tidak ada hentinya menghabisi nyawa orang yang sama sekali tidak bersalah.

Kepala Operasi (Kaops) Damai Cartenz 2024, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Faizal Ramadhani menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi di Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai pada Selasa, tanggal 21 Mei 2024 lalu sekitar pukul 20:35 WIT.

Kemudian, Kepala Satuan Tugas Hubungan Mastarakat (Kasatgas Humas) Operasi Damai Cartenz 2024, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Bayu Suseno mengatakan bahwa OPM awalnya melakukan penembakan terlebih dahulu, kemudian mereka melakukan pembakaran pada sejumlah bangunan hingga sempat terjadi kontak tembak pula dengan aparat keamanan.

Untuk fasilitas umum yang gerombolan separatis musuh negara tersebut bakar, yakni ada beberapa bangunan gedung sekolah yakni gedung PAUD, SD dan SMP YPPGI Kepas Kopo, Paniai.

Akibat adanya insiden tersebut, sebanyak 23 warga dievakuasi oleh aparat keamanan di Markas Komando Kepolisian Resor (Mako Polres) Paniai. Sampai saat ini, aparat keamanan terus melakukan siaga tang bertujuan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan aksi susulan.

Nasib dari para guru di PAUD, SD dan SMP YPPGI Kepas Kopo paniai beserta dengan keluarga mereka telah berhasil aparat keamanan pasukan gabungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Polri selamatkan.

Selanjutnya, aparat keamanan menemukan senjata api (senpi) berjenis FN di Kampung Madi, Distrik Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah setelah OPM membakar kios dan gedung sekolah di lokasi tersebut.

Menurut Kepala Polres (Kapolres) Paniai, AKBP Abdus Syukur Felani bahwa saksi berhasil menemukan barang bukti berupa senpi tersebut saat sedang melakukan pengecekan atas sisa-sisa bangunan kios miliknya.

Setelah menemukan adanya senjata api, saksi langsung segera melaporkan penemuannya itu kepada aparat keamanan yang berada di lokasi. Senjata tersebut diduga kuat memang milik dari barisan OPM pimpinan Undius Kogoya.

Sebagai informasi, bahwa Organisasi Papua Merdeka pimpinan Undius Kogoya sendiri sebelumnya pernah terlibat dalam kontak tembak dengan personel Polres Paniai hingga salah satu dari anggota gerombolan teroris itu meninggal dunia.

Keberadaan senjata api tersebut menjadi salah satu bukti untuk menyelidiki bagaimana aktivitas OPM. Aparat keamanan pun menegaskan bahwa pihaknya memiliki komitmen sangat kuat untuk bisa mengungkapkan jaringan gerombolan separatis musuh negara tang masih saja aktif di wilayah Paniai dan sekitarnya.

Pihak aparat keamanan berkomitmen kuat untuk terus meningkatkan pengamanan dan juga ketertiban di wilayah tersebut, serta mengajak kepada seluruh masyarakat setempat untuk tetap memiliki kewaspadaan diri dan langsung melaporkan setiap aktivitas mencurigakan apapun kepada pihak berwenang.

Pasalnya, adanya kerja sama yang baik antara pihak aparat keamanan dengan masyarakat setempat merupakan hal yang sangat penting untuk terus menjaga kondusivitas dan kamtibmas secara bersama-sama.

Terkait dengan bagaimana kronologi kejadian tersebut, bermula saat dua orang anggota OPM mendatangi kios milik Arwin. Kemudian mereka berpura-pura untuk membeli rokok lalu langsung menembak warga sipil bernama Arwin sang penjaga kios.

Saat penembakan terjadi, korban langsung melarikan diri ke dalam rumah sehingga tidak terkena tembakan, namun mengenai helm pada dinding rumah dan saat itu pula, kedua orang anggota Organisasi Papua Merdeka tersebut melarikan diri.

Sontak, aparat keamanan langsung turun secara langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengejar pelaku hingga kontak tembak pun terjadi. Akibat adanya kontak tembak dengan petugas, terdapat satu dari anggota OPM yang terkena tembakan aparat. Kemudian setelah petugas melangsungkan penyisiran, mereka menemukan 1 jenazah anggota gerombolan separatis tersebut atas nama Basoka Lawiya alias masyarakat Kogoya.

Aparat keamanan senantiasa tanpa mengenal kata lelah terus berupaya untuk mewujudkan kedamaian di Papua, termasuk juga di Paniai. Maka dari itu, petugas memberlakukan tindak sangat tegas dan juga memiliki komitmen sangat kuat untuk bisa menindak seluruh anggota Organisasi Papua Merdeka tersebut.

Beberapa waktu lalu, Satgas Operasi Damai Cartenz 2024 berhasil menangkap komandan OPM wilayah Dokoge-Paniai bernama Petrus Pekei di tanjakan Pugo, Distrk Paniai Timur, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.

Memang banyak sekali kebengisan yang terus saja OPM lakukan selama ini, mereka bertindak dengan sama sekali tidak memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan hingga banyak merusak fasilitas umum serta menembak warga sipil tidak berdosa, yang mana sejatinya seluruh tindakan tersebut sangat menghambat upaya percepatan pembangunan yang pemerintah lakukan di Papua.

*) Mahasiswa Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Yapis Papua

Daftar dan Ikuti Program AMANAH untuk Optimalkan Bisnis Model Digital Kekinian

Oleh: Syahida Rani

Program Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat mampu terus mendorong pengoptimalan akan bisnis model secara digital kekinian bagi seluruh generasi penerus di wilayah berjuluk Negeri Rencong tersebut. Maka dari itu, akan sangat banyak sekali kebermanfaatan, utamanya bagi mereka yang ingin terus belajar mengenai pemanfaatan teknologi terkini dengan mendaftar dan mengikuti AMANAH.

Pasalnya, di dalam program inisiasi Badan Intelijen Negara Republik Indonesia (BIN RI) tersebut sangat banyak sekali jenis pelatihan, bimbingan hingga binaan bermanfaat untuk terus mengembangkan anak muda agar mereka lebih melek akan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi yang pada jaman sekarang ini seluruhnya telah berbasis dunia digital.

Termasuk juga, pada jaman saat ini, perkembangan bisnis turut merambah dunia digital dengan sangat signifikan. Menjadikan siapapun harus mampu mengikutinya, karena jika tidak, maka tentu akan menjadi terus tertinggal.

Dalam hal ini, upaya dari lembaga pimpinan Jenderal Polisi (Purn) Prof. Dr. Budi Gunawan selaku inisiator Program AMANAH terealisasi dengan sangat nyata dan serius, karena melalui giat tersebut, menjadikan seluruh anak muda di Aceh bisa mengalami perkembangan sehingga mereka tidak tertinggal, termasuk dalam dunia yang serba digital seperti sekarang.

Maka dari itu, banyak sekali langkah dan upaya yang terus BIN dorong melalui Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat, yang mana salah satunya yakni dengan terus menginspirasi serta memberikan motivasi kepada para pemuda setempat.

Banyak sekali pelatihan sangat bermanfaat bagi mereka semua telah hadir, yang mana menjadikan anak muda Aceh mampu memanfaatkan perkembangan serta kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi.

Pelatihan yang Program AMANAH berikan adalah berupaya untuk mendorong generasi muda dari daerah berjuluk Serambi Mekkah itu supaya mereka mampu secara baik dan optimal dalam mengelola kemajuan jaman sehingga nantinya berdampak pada terdorongnya peningkatan kesejahteraan termasuk untuk wilayahnya.

Melalui Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat, para pemuda itu mendapatkan banyak pelatihan mengenai berbagai macam model bisnis yang sangat relevan pada jaman mereka saat ini seperti salah satu contohnya, yakni bisnis dropshipping yang memungkinkan mereka untuk berjualan barang apapun dengan memanfaatkan kemajuan teknologi, yakni melalui internet atau dunia digital.

Pemerintah RI melalui BIN selaku inisiator program tersebut berupaya untuk menjadikan para generasi muda penerus bangsa di wilayah tersebut bisa mendapatkan akses pelatihan, bimbingan dan binaan serta mereka juga bisa terinspirasi untuk terus ke dalam dunia bisnis media sosial, salah satunya yakni sebagai seorang content creator.

Sebagai informasi, bahwa pada jaman sekarang ini, memang bisnis di media sosial tengah sangat berkembang pesat, yang bahkan memungkinkan anak muda itu mengalami peningkatan kesejahteraan atau taraf hidup. Mereka bisa menjadi seorang youtuber, selebgram hingga tiktokers.

Inisiasi BIN untuk merealisasi Program AMANAH merupakan bentuk nyata dari kepedulian Pemerintah. Pasalnya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) sempat berjanji tatkala dirinya berkunjung dan bertemu milenial Aceh pada tahun 2023 lalu.

Keberadaan Gedung Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat tersebut mampu menjadikan para pemuda asal wilayah berjuluk Negeri Rencong itu meningkatkan kemandirian, kompetensi dan profesionalisme menjadi pelaku wirausaha atau enterpreneur muda melalui banyaknya pelatihan.

Mereka akan terus mendapatkan berbagai ilmu terkait dengan bagaimana cara mengelola dan memasarkan produk secara digital, termasuk juga memanfaatkan perkembangan tekonologi dalam pengembangan usaha anak muda itu.

Beberapa bidang terus mendapatkan peningkatan secara optimal lantaran keberadaan Program AMANAH, seperti halnya pada bidang kreatif, riset dan teknologi, kewirausahaan, industri kreatif, pendidikan, literasi, budaya dan juga bahasa.

Sementara itu, dengan adanya dorongan sangat maksimal tersebut, menjadikan aktor sekaligus penyanyi nasional, Syakir Daulay juga turut memberikan dukungan penuhnya kepada beragam produk dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) anak muda Aceh untuk terus bersaing bahkan hingga kancah internasional.

Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (AMANAH) sendiri mengadakan kegiatan pameran UMKM selama tiga hari, yakni dari tanggal 24 hingga 26 Mei 2024 di Suzuya Mall, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh.

Acara tersebut bertujuan untuk memperkenalkan program binaan BIN itu, termasuk juga mempromosikan berbagai macam produk hasil kreativitas dan inovasi dari para pelaku UMKM binaan AMANAH hingga kancah dunia.

Banyak sekali produk dalam pameran tersebut seperti kerajinan tangan, minyak wangi, makanan dan minuman serta produk fashion berkualitas tinggi. Sehingga bukan tidak mungkin dengan adanya pameran itu, menjadikan titik awal bagi kemajuan UMKM Aceh di masa mendatang.

Dengan mandaftar dan mengikuti Program AMANAH, maka tentunya para anak muda Aceh akan mendapatkan banyak sekali hal serta dampak sangat positif. Beberapa contohnya yakni mereka akan mendapatkan pelatihan mengenai bagaimana cara untuk mengoptimalkan bisnis model digital yang sangat kekinian demi mengikuti perkembangan jaman.

*) Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Aceh

Senin, 27 Mei 2024

Waspada Provokasi OPM Penghambat Upaya Percepatan Pembangunan Papua

Oleh: Kezia Sanggei

Provokasi yang dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) menjadi tantangan serius bagi upaya menjaga keamanan dan mempercepat pembangunan di Papua.

Di tengah upaya pemerintah dan aparat keamanan untuk menciptakan kondisi yang kondusif, TPNPB OPM terus menyebarkan propaganda dan narasi provokatif yang mengganggu stabilitas wilayah dan menghambat kemajuan pembangunan.

Sejak lama, aparat keamanan berjuang keras, mengorbankan nyawa dan tenaga demi menjaga kedamaian di Tanah Papua. Di sisi lain, pemerintah juga berupaya keras untuk mempercepat pembangunan di wilayah ini, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik. Namun, semua upaya ini terganggu oleh aksi provokatif TPNPB OPM yang terus menyebarkan isu-isu yang memecah belah, terutama melalui media sosial dan internet.

Salah satu narasi utama yang sering diangkat oleh kelompok separatis ini adalah bahwa Papua bukan bagian dari Indonesia. Narasi ini jelas merupakan provokasi yang bertujuan untuk menggerus kepercayaan masyarakat terhadap integrasi Papua dengan Indonesia.

Padahal, sejak Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) tahun 1969, mayoritas warga Papua telah memilih untuk bergabung dengan Indonesia, dan hasil ini diakui secara internasional oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Pemerintah Indonesia, sebagai tindak lanjut dari Pepera, memberikan status otonomi khusus kepada Papua, sebagai bentuk pengakuan terhadap keberagaman budaya dan sejarah wilayah ini. Kebijakan ini telah membawa banyak perubahan positif di Papua, mulai dari peningkatan ekonomi hingga pembangunan infrastruktur. Namun, TPNPB OPM terus merongrong upaya ini dengan aksi kekerasan dan propaganda.

Tokoh-tokoh masyarakat Papua sendiri, termasuk tokoh adat dan agama, dengan tegas menolak keberadaan TPNPB OPM. Mereka menyatakan bahwa kelompok ini hanya membawa ketertinggalan dan ketidakstabilan di wilayah yang mereka sebut sebagai "Surga Kecil yang Jatuh ke Bumi".

Yusak Weyo, seorang tokoh masyarakat dari Suku Besar Kopkaka, Kabupaten Yahukimo, adalah salah satu yang menentang keras aksi kekerasan dan propaganda OPM, yang sering kali menyebabkan trauma dan ketakutan di kalangan masyarakat sipil.

Aksi TPNPB OPM tidak hanya terbatas pada dunia nyata, tetapi juga menyebar di dunia maya. Mereka menggunakan media sosial untuk menyebarkan hoaks dan propaganda, menciptakan kekacauan dan membingungkan masyarakat. Hal ini semakin menyulitkan tugas aparat keamanan yang harus menjaga stabilitas wilayah sambil menghadapi serangan fisik dan perang informasi.

Aparat keamanan di Papua, yang bekerja keras dan sering kali mempertaruhkan nyawa mereka, terus menggunakan pendekatan humanis dalam menjalankan tugasnya. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga berusaha meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Sayangnya, upaya ini sering kali dicemarkan oleh propaganda yang disebarkan oleh TPNPB OPM di media sosial.

Penting bagi masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh oleh narasi provokatif ini dan tetap mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan. Dengan memahami sejarah dan fakta yang ada, masyarakat diharapkan dapat melihat bahwa Papua adalah bagian integral dari Indonesia, dan upaya separatis hanya akan membawa ketidakstabilan dan keterbelakangan.

Di tengah derasnya arus informasi di era digital, generasi muda Papua perlu dibekali dengan pengetahuan yang benar mengenai sejarah dan kondisi sebenarnya. Mereka harus mampu menyaring informasi yang beredar di media sosial agar tidak menjadi korban propaganda TPNPB OPM. Generasi muda adalah harapan bangsa, dan di tangan merekalah masa depan Papua berada.

Masyarakat Papua harus waspada terhadap penyebaran hoaks di media sosial yang merupakan bagian dari upaya provokasi TPNPB OPM dan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP). Kedua kelompok ini sengaja menebar teror dengan harapan dapat mempengaruhi opini publik dan memaksa masyarakat untuk mendukung gerakan separatis mereka.

Teknik propaganda ini bertujuan untuk mencuci otak masyarakat melalui narasi-narasi bohong yang disebarkan di dunia maya. Narasi yang menyatakan bahwa Papua bukan bagian dari Indonesia adalah salah satu contoh hoaks yang sering mereka gunakan. Padahal, pengakuan internasional dan fakta sejarah menunjukkan sebaliknya.

Di tengah situasi yang penuh dengan tantangan ini, tokoh-tokoh adat dan agama di Papua terus menolak kehadiran OPM dan ULMWP. Yanto Eluay, tokoh adat Kampung Sereh, menyatakan bahwa kelompok separatis ini hanya merusak tatanan masyarakat dan menghambat pembangunan. Tokoh-tokoh ini menegaskan bahwa keberadaan OPM dan ULMWP hanya membawa kerugian bagi masyarakat Papua.

Keberadaan gerakan separatis di Papua sebenarnya adalah hasil dari upaya penjajah sejak tahun 1963 untuk memecah belah masyarakat Papua dan pemerintah Indonesia. Dengan memanfaatkan sentimen separatis, penjajah berusaha untuk menguasai sumber daya alam di Papua. Sejarah ini harus dipahami oleh generasi muda agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh propaganda yang disebarkan oleh TPNPB OPM.

Masyarakat Papua harus tetap waspada terhadap provokasi dan propaganda yang disebarkan oleh TPNPB OPM. Dengan tetap bersatu dan mendukung upaya pemerintah dan aparat keamanan, kita dapat memastikan bahwa Papua tetap menjadi bagian dari Indonesia yang damai dan sejahtera.

Jangan biarkan hoaks dan narasi provokatif mempengaruhi pikiran kita. Bersama, kita dapat menjaga kedamaian dan mempercepat pembangunan di Tanah Papua.

*) Mahasiswa Hukum Universitas Yapis Papua

Ad Placement

daerah

nasional

internasional