BERITA KALIMANTAN

opini

trending

Showbiz

Ad Placement

daerah

nasional

Sabtu, 24 Februari 2024

Orang Asli Papua Dukung Aparat Keamanan Tindak Tegas KST

Oleh : Ronald Owens )*

Papua, sebuah provinsi yang kaya akan keindahan alam dan keberagaman budaya. Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat masalah yang serius yang menghantui masyarakat Papua, yaitu Kelompok Separatis Teroris (KST) Papua. KST Papua telah mengancam keamanan dan perdamaian di wilayah ini selama beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, Orang Asli Papua (OAP) mendukung terhadap penindakan tegas terhadap KST Papua untuk menjaga keamanan dan kedamaian di Papua.

Di tengah meningkatnya ketegangan di Papua, suara dukungan dari orang asli Papua terhadap langkah-langkah penindakan tegas terhadap KST semakin berkumandang. Meskipun penyelesaian konflik Papua masih menjadi topik yang kompleks, banyak warga Papua menunjukkan keinginan kuat untuk hidup dalam keamanan dan kemakmuran di bawah kedaulatan NKRI.

Orang Asli Papua adalah penduduk asli Papua yang memiliki hubungan erat dengan tanah leluhur mereka. Mereka hidup dalam harmoni dengan alam dan menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar. Sebagai masyarakat asli Papua, mereka memiliki kepentingan yang sama dengan pemerintah dalam menjaga keamanan dan perdamaian di wilayah mereka.
 
Tindakan tegas terhadap KST Papua sangatlah penting untuk melindungi masyarakat Papua dari ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok ini. KST Papua telah melakukan serangkaian aksi kekerasan, termasuk pembunuhan, perampokan, dan serangan terhadap aparat keamanan. Tindakan ini tidak hanya mengancam nyawa masyarakat Papua, tetapi juga menghancurkan pembangunan dan perkembangan di wilayah ini.

Kepala Suku Kamoro, Bernadus Yawa mengatakan bahwa masyarakat Papua sama sekali tidak menginginkan adanya kejahatan yang terus dilakukan oleh KST Papua. masyarakat hanya menginginkan hidup dengan penuh rasa nyaman dan aman. Oleh karana itu, masyarakat Papua mendukung penuh kepada seluruh jajaran aparat keamanan untuk menindak tegas terhadap KST Papua. Mendukung penindakan tegas terhadap KST Papua berarti mendukung penegakan hukum yang adil dan berkeadilan. Aparat keamanan harus diberikan kekuatan dan dukungan yang cukup untuk melawan KST Papua. Mereka harus dapat bertindak sesuai dengan hukum dan melindungi masyarakat Papua dari ancaman yang ada.

Senada dengan Bernadus Yawa, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Soesatyo mengatakan bahwa dirinya juga mendukung seluruh langkah dan tindakan yang dilakukan oleh Pemerintah melalui aparat keamanan dalam melakukan penindakan secara tegas terhadap gerombolan KST Papua. Namun, dalam melakukan penindakan tegas terhadap KST Papua juga harus dilakukan dengan bijak. Pemerintah harus memastikan bahwa tindakan tersebut tidak melibatkan pelanggaran hak asasi manusia atau diskriminasi terhadap masyarakat Papua. Penegakan hukum harus dilakukan secara profesional dan transparan, dengan melibatkan semua pihak yang terlibat.

Dalam mendukung penindakan tegas terhadap KST Papua, masyarakat asli Papua juga dapat berperan aktif dalam memberikan informasi kepada aparat keamanan tentang keberadaan dan aktivitas kelompok ini. Mereka memiliki pengetahuan yang mendalam tentang wilayah ini dan dapat memberikan informasi yang berharga dalam melacak dan menangkap anggota KST Papua.

Tokoh adat Papua, Herman Albert Yoku juga mengatakan bahwa mengecam tindakan yang dilakukan oleh KST Papua yang dinilai banyak melanggar HAM dengan membunuh masyarakat sipil. Oleh karenanya, dirinya mendukung pemerintah dalam menindak tegas KST Papua. Keamanan dan perdamaian di Papua adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat asli Papua, pemerintah, dan aparat keamanan harus bekerja sama untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan oleh KST Papua. Dengan dukungan penuh dari masyarakat asli Papua, penindakan tegas terhadap KST Papua dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
 
Dengan adanya penindakan tegas terhadap KST Papua juga akan memberikan rasa aman dan damai bagi masyarakat Papua. Mereka akan dapat hidup tanpa rasa takut dan dapat berkembang dalam lingkungan yang aman. Pembangunan dan perkembangan di wilayah ini juga akan dapat berjalan dengan lancar, karena investasi dan bisnis tidak akan terganggu oleh kekerasan dan ancaman. Dalam menghadapi KST Papua, penting bagi masyarakat asli Papua untuk tetap bersatu dan solid. Mereka harus menolak segala bentuk kekerasan dan ekstremisme yang dilakukan oleh kelompok ini. Solidaritas dan persatuan akan menjadi kunci untuk mengatasi ancaman KST Papua dan membangun Papua yang aman dan damai.
 
Sebagai masyarakat asli Papua, Orang Asli Papua (OAP) memiliki tanggung jawab untuk melindungi wilayah mereka dari ancaman KST Papua. Dukungan mereka terhadap penindakan tegas terhadap KST Papua adalah langkah penting dalam menjaga keamanan dan perdamaian di Papua. Dengan bersatu dan solid, masyarakat asli Papua dapat mengatasi ancaman ini dan membangun masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Dengan demikian, penindakan tegas terhadap KST tetap menjadi bagian dari strategi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, upaya-upaya dialog, rekonsiliasi, dan pembangunan terus diupayakan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perdamaian dan kemakmuran jangka panjang bagi semua warga Papua

)* Penulis adalah mahasiswa asal Papua tinggal di Yogyakarta

Mendukung Silaturahmi Pasca Pemilu Demi Jaga Persatuan Bangsa

Oleh : Arsenio Bagas Pamungkas )*

Pasca Pemilihan Umum 2024, Indonesia masih terjebak dalam dinamika politik yang memanas dan terkadang memecah belah. Namun, di tengah riuh rendahnya suasana politik, terdengarlah suara-suara yang berupaya meredam ketegangan tersebut. Salah satu langkah yang menonjol adalah silaturahmi antara tokoh-tokoh bangsa yang dianggap penting.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru-baru ini memberikan isyarat melalui pertemuannya dengan berbagai tokoh, menegaskan bahwa silaturahmi semacam ini merupakan langkah awal untuk membangun kembali kestabilan dan kedamaian pasca pemilu. Dalam suasana yang masih panas pascapemilu, pertemuan-pertemuan semacam ini memberikan harapan bahwa bangsa ini dapat bersatu kembali di atas kepentingan bersama.

Pertemuan-pertemuan antara pemimpin politik, seperti yang terjadi antara Presiden Jokowi dengan tokoh-tokoh penting lainnya, tidak hanya sekadar seremonial, melainkan diharapkan dapat memberikan manfaat konkret bagi politik dan negara.

Dalam suasana yang masih terasa tegang pasca pemilu, dialog dan kolaborasi dianggap sebagai instrumen yang efektif dalam mencapai tujuan bersama. Melalui langkah-langkah seperti ini, terbuka peluang untuk membangun kembali kepercayaan antarpihak, memperbaiki kondisi politik yang terpecah belah, dan mengarahkan fokus pada upaya-upaya bersama untuk kemajuan bangsa.

Pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, menjadi sorotan dalam agenda politik belakangan ini. Bahwa pertemuan ini bukanlah semata pertemuan biasa, melainkan merupakan awal dari upaya-upaya lebih lanjut untuk menciptakan kesepahaman dan kerjasama di antara berbagai pihak yang terlibat dalam dinamika politik bangsa.

Dalam pandangan Presiden, perannya sebagai jembatan menjadi sangat penting dalam menghubungkan berbagai kepentingan politik dan kepartaian. Dengan demikian, pertemuan ini bukanlah semata kebetulan, melainkan merupakan bagian dari upaya nyata untuk memperbaiki kondisi politik yang terpecah belah pasca pemilu.

Presiden Jokowi dengan tegas menyatakan bahwa pertemuan dengan Surya Paloh bukanlah sekadar seremonial, melainkan diharapkan dapat memberikan manfaat yang konkret bagi politik dan negara. Ini menunjukkan bahwa para pemimpin politik mulai menyadari pentingnya mengedepankan kepentingan nasional di atas segala kepentingan politik sempit yang mungkin mengikis keutuhan bangsa.

Pertemuan ini juga menggambarkan semangat silaturahmi kebangsaan yang semakin ditekankan sebagai sarana untuk mengatasi berbagai perbedaan dan perselisihan.

Adapun pertemuan antara Presiden Jokowi dan tokoh-tokoh bangsa lainnya, seperti yang disampaikan oleh Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Arie Dwipayana, menunjukkan bahwa Presiden selalu terbuka untuk bersilaturahmi dengan para tokoh penting bangsa.

Ini adalah sikap yang patut diapresiasi, karena menunjukkan bahwa dialog dan kolaborasi dianggap sebagai instrumen yang efektif dalam mencapai tujuan bersama. Dalam suasana yang masih terasa panas pasca pemilu, langkah-langkah seperti ini memberikan harapan bahwa bangsa ini dapat bangkit melalui kerjasama dan persatuan.

Tidak hanya dalam konteks politik formal, namun juga dalam interaksi informal antar tokoh-tokoh bangsa, seperti yang terjadi dalam kunjungan Presiden Jokowi ke Keraton Kilen Yogyakarta.

Meskipun tidak secara eksplisit terkait dengan agenda politik formal, kunjungan ini menunjukkan bahwa silaturahmi antar pemimpin politik dan tokoh masyarakat adat memiliki dampak yang signifikan dalam membangun hubungan yang harmonis di antara berbagai lapisan masyarakat. Hal ini mencerminkan semangat persaudaraan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

Dalam konteks yang lebih luas, silaturahmi antar tokoh bangsa merupakan cerminan dari semangat kebangsaan yang mengedepankan kepentingan bersama di atas segala kepentingan individu atau golongan.

Penting bagi kita untuk merenungkan dampak dan implikasi dari silaturahmi antar tokoh bangsa pasca pemilu 2024. Melalui pertemuan-pertemuan ini, tergambar semangat untuk menciptakan suasana yang lebih kondusif dan berpihak pada kepentingan nasional di atas segala kepentingan politik sempit.

Dengan mengedepankan dialog dan kolaborasi, diharapkan kita dapat mengatasi tantangan-tantangan yang dihadapi bersama dan membangun fondasi yang lebih kokoh untuk masa depan bangsa.

Lebih dari sekadar pertemuan formal, silaturahmi antar tokoh bangsa juga mencerminkan semangat persaudaraan dan solidaritas yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Dalam suasana yang masih terasa tegang dan penuh dengan polarisasi, langkah-langkah seperti ini memberikan contoh bahwa persatuan dan kesatuan bukanlah sekadar slogan kosong, melainkan prinsip yang harus diwujudkan dalam tindakan nyata.

Mari kita bersama-sama meneruskan semangat silaturahmi antar tokoh bangsa untuk membangun negeri ini menjadi tempat yang lebih baik bagi semua. Dalam momentum pasca pemilu, mari kita tinggalkan belenggu-belenggu perpecahan dan bersatu dalam upaya mencapai cita-cita bersama.

Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, kita yakin bahwa Indonesia akan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan tegar dan meraih kemajuan yang lebih baik dalam bingkai persatuan dan kesatuan.

)* Penulis merupakan Kontributor Persada Institute

IHSG Kembali Naik, Investor Apresiasi Pelaksanaan Pemilu

Oleh: Dhita Karuniawati )*

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa yang baik, yakni mengalami kenaikan. Hal tersebut juga menjadi pertanda bahwa para investor senang dengan hasil Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di Indonesia.

Tepat pada perdagangan sesi pertama di hari Jumat, 16 Februari 2024  lalu ternyata IHSG terpantau kembali mengalami penguatan angka, yang mana hal tersebut merupakan sebuah pertanda bahwa para investor masih cenderung menyambut dengan sangat baik adanya proses Pemilu 2024

Beberapa hari yang lalu, diketahui bahwa pada pembukaan perdagangan di sesi pertama itu, Indeks Harga Saham Gabungan mampu menguat hingga 0,47 persen ke posisi 7.337,82. Kemudian, selang 40 menit setelah pembukaan perdagangan di sesi satu, penguatan dari IHSG bahkan semakin bertambah dan melesat hingga angka 0,72 persen ke titik 7.356,2.

Dilaporkan pula bahwa nilai transaksi dari acuan saham Tanah Air itu dalam perdagangan sesi pertama hari Jumat 16 Februari 2024 sekitar pukul 09:40 Waktu Indonesia Barat (WIB) bahkan langsung mencapai 5,7 triliun Rupiah dengan melibatkan sebanyak 4,8 miliaran saham dan telah ditransaksikan sebanyak 332.712 kali.

Hasil penguatan akan IHSG tersebut merupakan salah satu respon yang diberikan oleh para penanam modal pada pasar Indonesia yang sepertinya merespon dengan sangat positif akan hasil sementara quick count sejauh ini, di mana pasangan calon (Paslon) Prabowo dan Gibran masih unggul.

Sebagai informasi bahwa hingga pukul 09:00 WIB, Jumat 16 Februari 2024 memang pasangan calon tersebut masih unggul dari hasil hitung cepat dengan rata-rata keunggulan mencapai 58 persen di sebanyak enam polling quick count.

Jika memang hasil hitung resmi nantinya dari pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak jauh berbeda dengan bagaimana hasil hitung cepat yang telah dilakukan saat ini, maka bida dikatakan pula bahwa Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2024 ini hanya akan berlangsung pada satu putaran saja.

Sehingga dengan adanya Pemilu satu putaran itu para investor memang cenderung bergembira dalam menanggapinya karena mereka menilai bahwa ketidakpastian dari dalam negeri akan dapat berkurang sehingga sesegera mungkin dapat kembali ke kondisi yang stabil.

Menanggapi bagaimana kenaikan dari IHSG setelah dilakukan pemungutan suara dalam Pemilu dan sementara hasil quick count terus dilakukan, Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan bahwa penguatan indeks saham Tanah Air itu diprediksi memang karena adanya euforia dari Pemilihan Umum yang sudah berlangsung dan sesuai dengan harapan para investor, yakni Pemilu akan berlangsung dalam satu putaran saja.

Bukan hanya itu saja, namun bagaimana negara dagang Indonesia yang masih saja menunjukkan angka surplus juga memberikan sentimen positif. Karena memang rilis data neraca perdagangan di Tanah Air terbilang surplus di angka 2,01 miliar US Dollar. Terlebih secara global memang saat ini indeks global juga secara mayoritas mengalami penguatan.

Adanya surplus pada neraca dagang itu ditopang oleh kegiatan ekspor non migas, seperti diantaranya batu bara, besi dan baja, serta produk CPO, di mana Indonesia sendiri secara keseluruhan juga telah mencatat surplus dalam 45 bulan beruntun.

Sementara itu, Pengamat Pasar Modal Desmond Wira mengatakan bahwa sentimen yang positif itu juga seiring dengan bagaimana pelaksanaan pesta demokrasi dan kontestasi politik di Indonesia yang relatif berjalan dengan aman, sehingga mampu berdampak pada IHSG pula. Para pelaku pasar juga menilai bahwa kepemimpinan yang baru akan bisa melanjutkan periode sebelumnya dari Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Pengamat dari Jasa Utama Capital, Andyka Pradana menjelaskan terdapat beberapa faktor mengapa IHSG mengalami penguatan secara cukup signifikan pada perdagangan setelah Pemilu 2024. Menurutnya sosok dari Prabowo Subianto dinilai menjadi salah satu alasan dari mengapa para investor mengapresiasi pasar saham.

Bukan tanpa alasan, pasalnya program dari Prabowo dan Gibran Rakabuming Raka sendiri adalah secara garis besar akan melanjutkan program dari pemerintahan di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo sehingga banyak kebijakan yang dinilai tidak akan mengalami perubahan secara drastis.

Selain itu, penguatan akan pasar saham di Tanah Air itu juga dikarenakan sosok-sosok orang di belakang pasangan calon nomor urut 02 seperti diantaranya Erick Thohir, Boy Thohir, Aburizal Bakrie dan banyak lainnya yang memang memiliki perusahaan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga hal tersebut jelas akan menjadi sentimen yang positif bagi emiten para pendukung Prabowo dan mampu menaikkan IHSG.

Bagaimana hasil sementara yang ditunjukkan dari berbagai macam lembaga survei melalui perhitungan cepat atau quick count yang menunjukkan keunggulan pasangan Prabowo dan Gibran sejauh ini dalam Pemilu 2024 ternyata menjadikan para investor senang karena stabilitas akan segera kembali sehingga mengakibatkan IHSG kembali mengalami kenaikan.

*) Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia

Bappenas Libatkan Aparat Keamanan untuk Pemerataan Pembangunan Papua

Oleh: Alia Kayame *)

Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) melibatkan peranan aktif dari aparat keamanan untuk mewujudkan kesuksesan program Pemerintah Republik Indonesia (RI), yakni melakukan pemerataan pembangunan di seluruh pelosok Nusantara hingga ke Tanah Papua.

Mengenai hal tersebut, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tentara Nasional Indonesia (TNI) Maruli Simanjuntak mengaku bahwa pihaknya sudah sangat siap dan memiliki komitmen kuat untuk bisa dilibatkan dalam perumusan konsep pembangunan di berbagai hal, mulai dari infrastruktur, pembangunan masyarakat hingga menjaga keamanan di Bumi Cenderawasih.

Sejatinya, bagaimana posisi Pemerintah RI saat ini di Tanah Papua memang sudah sangat kuat meski masih saja ada beberapa serangan yang digencarkan oleh Kelompok Separatis dan Teroris (KST) Papua. kemudian untuk porsi dari tugas TNI sendiri sebagian besar di Bumi Cenderawasih adalah sebagai pihak pengamanan akan program pembangunan.

Sejauh ini, dari pengamatan yang dilakukan oleh pihak TNI, salah satu yang menjadi persoalan mendasar yang juga terus memicu munculnya konflik di Provinsi paling Timur Tanah Air itu adalah karena kurangnya pemenuhan akan kebutuhan dasar masyarakat seperti air bersih dan listrik.

Kemudian mengetahui hal tersebut, sebenarnya pihak aparat keamanan juga telah melakukan upaya pendekatan secara informal dengan memperbaiki fasilitas dasar itu. Bahkan, upaya yang dilakukan tersebut juga telah mendapatkan apresiasi sangat tinggi dari masyarakat di Papua.

Bukan hanya dari pihak TNI saja, namun Kepolisian Negara Republik Indonesia juga memiliki sumbangsih yang besar atas keberhasilan pemerataan pembangunan yang selama ini terjadi di Bumi Cenderawasih dengan upaya mereka untuk menjaga keamanan di sana, khususnya terhadap kehadiran atau aksi KST.

Bahkan pihak Polri melakukan perpanjangan pada Satuan Tugas di wilayah Papua, yakni Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz sebagai program dari Markas Besar (Mabes) Polri untuk memberikan keamanan di seluruh Tanah Papua atas ancaman gerombolan separatis tersebut.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan kepada seluruh anggotanya yang terlibat pada Operasi Damai Cartenz untuk terus memastikan supaya tidak terjadi gangguan akan keamanan dan ketertiban di masyarakat (Kamtibmas) di Papua.

Pihak aparat keamanan dari pasukan gabungan TNI, Polri hingga Badan Intelijen Negara (BIN) memang sampai saat ini terus menjadi barisan di garis terdepan untuk mengawal seluruh kesuksesan program pembangunan dan pemerataan oleh Pemerintah RI di wilayah Papua. Kehadiran aparat keamanan paling utamanya adalah untuk melakukan penegakan hukum terhadap siapapun yang melakukan gangguan di sana.

Pelaksanaan seluruh program pemerataan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah RI di Bumi Cenderawasih memang harus terus dikawal dan disukseskan, termasuk salah satunya adalah program khusus pemekaran wilayah melalui keberlakuan pengembangan Daerah Otonomi Baru (DOB) sebagai bukti keseriusan dan hadirnya negara untuk memperhatikan nasib masyarakat orang asli Papua (OAP).

Keamanan di seluruh wilayah Papua merupakan hal yang sangat penting untuk terus dijaga dalam upaya memajukan pemerintahan dan membangun atau menciptakan pemerataan di Bumi Cenderawasih. Maka dari itu, pihak aparat keamanan TNI, Polri hingga BIN terus dioptimalkan untuk mencegah adanya berbagai potensi gangguan yang mungkin saja bisa terjadi dari KST.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas juga memiliki komitmen sangat kuat untuk terus mengoptimalkan potensi ekonomi biru berkelanjutan di Papua. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN atau Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti memaparkan bahwa ekonomi biru memang sangat berpotensi bagi pembangunan di Bumi Cenderawasih, yang mana hal itu telah sejalan dengan target transformasi ekonomi dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025 hingga 2045.

Menurutnya potensi akan ekonomi bitu sangat luar biasa, sehingga optimalisasi hal tersebut di Papua akan terus didorong dan diharapkan mampu memberikan kontribusi yang konkret, yang mana tidak hanya sebatas pada penjualan ikan laut saja, namun juga melakukan hilirisasi sumber daya laut berkelanjutan dan inklusif.

Bappenas juga mendorong adanya kolaborasi lintas sektor untuk semakin mengoptimalkan ekonomi biru itu, sehingga banyak sekali langkah strategis dilakukan, bukan hanya pada penjualan hasil laut saja, namun mencakup beragam peluang inovasi ekonomi seperti bioteknologi, wisata bahari hingga digitalisasi kekayaan alam.

Upaya percepatan pemerataan pembangunan di Papua juga dilakukan oleh Bappenas melalui Bappeda leway adanya pelatihan anaslisis perencanaan dan kebijakan pembangunan. Direktur Regional III Kementerian PPN, Ika Retna Wulandary menjelaskan bahwa adanya pelatihan itu merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan percepatan pembangunan di Bumi Cenderawasih.

Pemerintah RI melalui Kementerian PPN atau Bappenas memang selama ini terus berupaya mewujudkan dan menyukseskan pemerataan pembangunan di Papua bahkan melalui berbagai langkah termasuk optimalisasi peran Bappeda hingga optimalisasi ekonomi hijau. Tidak ketinggalan pula, mereka melibatkan peranan aktif aparat keamanan TNI dan Polri untuk mendukung dan membantu upaya pemerataan pembangunan itu berjalan dengan lancar.

)* Penulis merupakan aktivis Papua

Apresiasi Ajakan Tokoh Agama Untuk Menghormati Proses Pemilu

Oleh : Aulia Rahma

Pemilu merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi sebuah negara. Melalui pemilihan umum, rakyat memiliki hak untuk memilih pemimpin dan wakilnya secara langsung. Proses ini tidak hanya mencerminkan keberagaman opini dan kepentingan masyarakat, tetapi juga mengukuhkan prinsip-prinsip demokrasi. Namun, setelah pemilu berlangsung, penting bagi masyarakat untuk bersatu dalam menghormati hasilnya, dan tokoh agama memiliki peran yang sangat vital dalam membangun kesadaran demokrasi ini.

Sebagai bagian dari tanggung jawab sosialnya, tokoh agama memiliki peran penting dalam membentuk sikap dan perilaku masyarakat. Dalam pemilihan umum (Pemilu 2024), tokoh agama memiliki kesempatan untuk mengajak masyarakat untuk menghormati hasil pemilu dan dapat menyoroti pentingnya demokrasi sebagai prinsip utama dalam negara.

Ketua MUI Gropet, Kyai Haji Abdurrochman Ma’ruf mengatakan pihaknya mengajak masyarakat luas untuk Bersama-sama menciptakan suasanan yang damai dan kondusif serta pentingnya menghargai dan menghormati siapapun yang terpilih sebagai presiden dan wakil presiden demi kesejahteraan dan kemajuan bangsa Indonesia.

Menghormati hasil pemilu merupakan langkah awal untuk menciptakan stabilitas politik dan sosial di suatu negara. Tanpa rasa hormat terhadap keputusan mayoritas, risiko konflik dan ketidakstabilan politik dapat meningkat. Oleh karena itu, peran tokoh agama dalam meredakan ketegangan dan menyebarkan pesan perdamaian sangatlah krusial.

Tokoh agama juga dapat menekankan pentingnya persatuan dan perdamaian setelah pemilu. Meskipun hasilnya mungkin beragam, tokoh agama dapat mengajak masyarakat untuk bersatu kembali sebagai satu bangsa, menghormati perbedaan pendapat, dan bekerja sama untuk membangun negara yang lebih baik.

Pada wilayah Jakarta Barat, Ketua Umum Dai Kamtibnas PMJ, KH. Tatang Firdaus mengatakan mari bersama-sama menciptakan keamanan dan ketertiban dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia dengan saling menghargai dan menghormati hasil perolehan perhitungan suara di Pemilu 2024.

Keputusan ini merupakan suara rakyat dalam menentukan pemimpin negara kedepannya, maka dari itu pentingnya masyarakat dalam menjaga kondusifitas wilayah serta menghormati pesta demokrasi, dengan siapapun nanti hasil yang terpilih.

Hal ini merupakan langkah awal untuk menciptakan stabilitas politik dan sosial di suatu negara. Tanpa rasa hormat terhadap keputusan mayoritas, risiko konflik dan ketidakstabilan politik dapat meningkat. Oleh karena itu, peran tokoh agama dalam meredakan ketegangan dan menyebarkan pesan perdamaian sangatlah krusial.

Tokoh agama dapat memainkan peran penting dalam menyebarkan pesan damai dan toleransi setelah pemilu. Dengan menekankan pentingnya kerjasama dan penghormatan terhadap perbedaan pendapat, mereka dapat membantu mencegah konflik dan kerusuhan pasca-pemilu. Keberagaman opini politik harus dilihat sebagai kekayaan yang memperkuat, bukan memecah-belah masyarakat.

Ini merupakan salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi. Ini mencerminkan penghargaan terhadap proses demokratis yang melibatkan partisipasi aktif dari rakyat dalam menentukan masa depan negara mereka. Ketika hasil pemilu diumumkan, sangat penting bagi semua pihak untuk menerima hasilnya dengan lapang dada, terlepas dari apakah mereka menang atau kalah. Ini adalah prasyarat untuk stabilitas politik, perdamaian, dan kemajuan dalam masyarakat.

Para tokoh agama Hindu di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur juga mengajak masyarakat untuk menghormati hasil Pemilu 2024. Tokoh agama Hindu Desa Pakel Kecamatan Gucialit Kabupaten Lumajang, Magi Irawan mengatakan agar masyarakat tetap menjujung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa dengan menghormati proses demokrasi yang sedang berlangsung dan mempercayakan hasilnya kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Selanjutnya, Magi Irawan mengatakan penyelenggaraan dan pengawas Pemilu 2024 sudah menjalankan tugas dan kewajibannya secara professional sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Jika masyarakat yakin bahwa suara mereka akan dihargai dan bahwa proses pemilu adalah adil, mereka cenderung lebih aktif dalam berpartisipasi dalam proses politik. Hal ini dapat meningkatkan legitimasi pemerintah dan mendorong pembangunan demokrasi yang lebih baik.

Tokoh agama memiliki otoritas moral yang besar dalam masyarakat. Mereka dapat menggunakan otoritas memberikan edukasi tentang demokrasi, mengingatkan umatnya tentang pentingnya menghormati proses demokratis dan menerima hasilnya dengan lapang dada. Mereka dapat menekankan nilai-nilai seperti keadilan, kedamaian, dan persatuan dalam konteks pemilihan umum.

Dengan menghormati hasil pemilu, masyarakat dapat fokus pada upaya bersama untuk membangun negara. Ini menciptakan ruang untuk dialog dan kerjasama antara berbagai pihak dalam masyarakat untuk menyelesaikan masalah bersama dan mencapai kemajuan yang lebih besar.

Dalam masyarakat yang demokratis, menghormati hasil pemilu adalah tanggung jawab bersama. Tokoh agama, dengan kewibawaan moral dan spiritualnya, memiliki peran yang besar dalam membentuk sikap positif terhadap demokrasi dan mengurangi ketegangan pasca-pemilu. Melalui pendidikan, penyampaian pesan damai, dan peran mediasi, mereka dapat membantu membangun kesadaran demokrasi yang kokoh dan mendorong masyarakat untuk bersatu dalam membangun negara yang lebih adil dan demokratis.

)* Mahasiswa Universitas Terbuka.

Kamis, 22 Februari 2024

Mengapresiasi Transisi Energi Pacu Percepatan Pembangunan Ekonomi Nasional

Oleh : Savira Ayu )*

Guru Besar sekaligus akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Lilies Setiartiti menilai bahwa adanya transisi energi yang selama ini digencarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia (RI) sebagai salah satu faktor penting untuk semakin mendongkrak pembangunan ekonomi nasional.

Selama ini, sumber energi yang masih terpusat dan terlalu mengandalkan penggunaan fosil terus dipandang sebagai sebuah isi yang menarik untuk diperhatikan. Maka dari itu, untuk bisa meminimalisasi penggunaan fosil yang berlebihan, adanya upaya untuk melakukan transisi energi menuju pada penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) dianggap menjadi semakin mendesak untuk harus disegerakan, hal tersebut terjadi utamanya setelah Indonesia meratifikasi Persetujuan Paris melalui keberlakuan Undang-Undang (UU) Nomor 16 Tahun 2016. Selain itu, penggunaan EBT juga sebagai proses mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Sehingga, tidak bisa dipungkiri bahwa memang pemberlakuan transisi energi merupakan hal yang sangat penting untuk dilakukan, karena sejauh ini ketergantungan masih cukup tinggi kepada energi fosil. Terlebih, bukan hanya akan semakin memperbaiki lingkungan saja, namun pemberlakuan transisi energi itu juga mampu berdampak pada pembangunan ekonomi nasional di Tanah Air.

Akademisi dari UMY tersebut juga menambahkan bahwa adanya transisi energi yang dilakukan oleh Pemerintah RI juga menjadi salah satu upaya untuk semakin menekan terjadinya risiko pemanasan global, terlebih saat ini memang seluruh dunia juga terus secara konsisten melakukan riset dalam mengembangkan dan mentransformasikan energi agar terealisasi target nol emisi karbon.

Membahas mengenai produksi emisi karbon, nyatanya memang sektor energi ini sebagai salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap peningkatan emisi karbon. Sehingga tidak heran mengapa banyak pihak di dunia kemudian berbondong-bondong untuk melakukan transisi yang mengacu pada pergeseran sektor energi, mulai dari yang sebelumnya masih melakukan produksi dan konsumsi pada energi berbasis fosil, sekarang beralih menjadi produksi dan konsumsi energi terbarukan yang jauh lebih ramah lingkungan.

Selain itu, ternyata bagaimana penggunaan energi memiliki keterkaitan yang bahkan sangat erat dengan terjadinya pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, untuk bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi pada suatu wilayah, maka sangat diperlukan adanya penggunaan energi yang tinggi dan produktif. Karena nantinya pertumbuhan ekonomi suatu wilayah bisa tertopang denvan penggunaan energi secara produktif.

Namun, apabila model pembangunan ekonomi yang dilakukan masih saja sangat bergantung pada dominasi energi yang berasal dari fosil, maka ketergantungan itu jelas memiliki dampak yang signifikan dalam hal stabilitas ekonomi termasuk juga adanya peningkatan pada biaya lingkungan yang menjadi tidak terhitung nantinya, dengan kata lain, penggunaan energi fosil justru akan semakin banyak membutuhkan biaya.

Alih-alih mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional, namun justru penggunaan energi berbahan fosil jika terus saja dilakukan justru akan semakin memperbesar pengeluaran dan tidak mendukung adanya efisiensi anggaran. Tidak cukup sampai di sana, namun penggunaan energi dan bahan bakar fosil secara besar juga menjadikan bangsa ini sebagai negara importir netto bahan bakar fosil.

Tentu saja sebenarnya hal tersebut miris, lantaran sejatinya Indonesia memiliki cadangan minyak dan gas alam yang cukup besar. Efisiensi justru tidak akan bisa dilakukan jika masih menggunakan energi berbahan fosil lantaran kurangnya infrastruktur dan teknologi yang memadai sehingga kemampuan produksi pun menjadi tidak mampu dalam memenuhi kebutuhan domestik.

Untuk itu, sebenarnya sudah tidak ada alasan lain lagi yang mengatakan bahwa penggunaan energi terbarukan tidak penting. Justru sebaliknya, seluruh fakta dan data menunjukkan bagaimana pentingnya untuk sesegera mungkin terus menggencarkan transisi energi tersebut karena ke depannya dengan penggunaan energi terbarukan, maka sekaligus upaya untuk pelestarian lingkungan akan terwujud.

Ketika pelestarian lingkungan mampu terealisasi dengan baik berkat adanya transisi energi, maka secara langsung juga mampu berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi. Ketika produksi dan konsumsi terus didorong untuk menjadi semakin ramah lingkungan dan berkelanjutan, maka akan memastikan pula adanya ketahanan energi.

Sekaligus pula, jika produksi dan konsumsi terus didorong menjadi pemanfaatan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan mampu berkelanjutan, ke depannya akan bisa berdampak baik sebagai salah satu kunci utama terjadinya transformasi pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan sangat kuat.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara berkembang yang memiliki potensi akan EBT sangat besar. Menyadari hal tersebut, Pemerintah RI memiliki komitmen kuat untuk mampu melakukan transisi energi hijau sebagai upaya dalam menurunkan emisi gas rumah kaca dan bisa mencapai net-zero emission pada tahun 2060 mendatang.

Bukan hanya berkaitan dengan pelestarian lingkungan saja ataupun upaya untuk mampu mewujudkan pembangunan secara berkelanjutan, namun penerapan transisi energi dari penggunaan fosil menjadi penggunaan energi hijau yang terbarukan ternyata sekaligus mampu semakin mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional karena berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan di masyarakat.

)* Penulis adalah kontributor Lingkar Pers dan Mahasiswa Cikini

Mahasiswa Ajak Seluruh Elemen Bersatu Jaga Kedamaian Pasca Pemilu

Oleh: Anggi Puteri Nababan )*

Pasca pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, suara-suara dari berbagai elemen masyarakat terus bergema yang menyerukan pentingnya menjaga perdamaian dan persatuan dalam negeri. Perdamaian pasca Pemilu wajib terlaksana demi keberlanjutan berbagai program nasional.

Seruan untuk kembali bersatu pasca Pemilu terus disuarakan berbagai elemen masyarakat, termasuk elemen mahasiswa. Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Hilmi Ash Shidiqi, menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik adalah hal yang wajar dalam sebuah demokrasi. Namun, persatuan dan kesatuan adalah nilai yang harus tetap dijaga, tidak boleh terkoyak oleh polarisasi politik yang mungkin muncul pasca-pemilu.

Hilmi memandang bahwa pasca-pemilu, fokus utama haruslah pada kolaborasi dan kebersamaan sebagai kunci dalam membangun persatuan dan memajukan bangsa. Masyarakat diingatkan untuk tidak tergesa-gesa bereaksi terhadap hasil quick count, karena hal tersebut hanya merupakan perhitungan cepat yang belum tentu akurat. Alih-alih terbawa emosi, Hilmi mengajak masyarakat untuk bersabar menunggu hasil resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) serta mengawal proses perhitungan suara untuk mencegah adanya kecurangan.

Selain itu, Hilmi juga memberikan saran kepada pihak-pihak yang menemukan indikasi kecurangan atau merasa tidak puas dengan hasil pemilu untuk melaporkannya kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan, jika perlu, mengajukan sengketa hasil pemilu ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari proses konstitusional dalam menjaga integritas pemilu.

Hal ini menujukkan bahwasannya tidak bisa diabaikan betapa pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan pasca Pemilu 2024. Pemilu adalah momentum penting dalam kehidupan demokrasi sebuah negara, namun juga dapat menjadi pemicu polarisasi dan perpecahan jika tidak ditangani dengan bijaksana. Oleh karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Setelah Pemilu, terutama dalam situasi di mana terdapat hasil yang beragam, penting bagi seluruh masyarakat untuk menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan politik atau golongan. Persatuan adalah kekuatan bagi sebuah bangsa untuk menghadapi tantangan dan membangun masa depan yang lebih baik. Kesatuan dalam keragaman adalah salah satu aset terbesar Indonesia yang harus dijaga dengan cermat.

Melalui sikap saling menghormati, mendengarkan pendapat orang lain, dan mencari titik temu di antara perbedaan, masyarakat dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Komunikasi yang efektif, dialog yang terbuka, serta kerja sama lintas sektor dan lintas kelompok menjadi kunci dalam menjaga kerukunan sosial pasca-Pemilu.

Tidak hanya itu, para pemimpin politik dan tokoh masyarakat juga memiliki tanggung jawab besar dalam mempromosikan pesan-pesan perdamaian, toleransi, dan persatuan. Langkah-langkah konkret seperti membangun jejaring kerjasama antarpartai politik, mengadakan forum dialog lintas agama dan budaya, serta mendukung kegiatan yang memperkuat persatuan bangsa sangatlah penting dilakukan.

Pendapat serupa juga disuarakan oleh tokoh agama dan akademisi. Sekretaris DPW Majelis Umat Kristen (MUKI) Sulut, Pdt. Alfrets Daleno, menekankan pentingnya sikap sportifitas dan komunikasi yang terbuka di antara berbagai kelompok masyarakat pasca-pemilu. Menurutnya, perbedaan pendapat adalah hal yang manusiawi, namun harus diiringi dengan sikap toleransi dan kebersamaan.

Ketua JQH NU Sulut, Ustad Barokah Zaenal Alam, juga menggarisbawahi pentingnya menyuarakan perdamaian dan kesatuan di tengah perbedaan pilihan politik. Menurutnya, keharmonisan di antara berbagai kelompok masyarakat setelah pesta demokrasi sangatlah penting untuk memperkuat persatuan bangsa.

Selain itu, pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga perdamaian dan persatuan pasca Pemilu 2024 juga menjadi sorotan utama. Masyarakat memiliki peran yang sangat vital dalam memastikan bahwa proses demokrasi berjalan lancar dan hasilnya diterima dengan baik oleh semua pihak.

Dengan demikian, partisipasi aktif masyarakat bukan hanya sebagai penentu dalam proses pemilu, tetapi juga sebagai pilar utama dalam membangun dan memperkuat fondasi demokrasi yang inklusif dan berkelanjutan. Melalui peran serta yang nyata dan bertanggung jawab dari seluruh elemen masyarakat, Indonesia dapat terus maju sebagai bangsa yang damai, bersatu, dan maju.

Dari sudut pandang semua narasi ini, tergambarlah gambaran yang jelas tentang pentingnya menjaga perdamaian, kesatuan, dan integritas pasca-pemilu. Dengan sikap yang dewasa, komunikasi yang terbuka, serta tindakan konkret dalam mengawal proses pemilu, diharapkan Indonesia dapat melangkah maju sebagai bangsa yang lebih kuat dan bersatu. Seluruh elemen masyarakat diminta untuk tetap menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi oleh perbedaan pandangan politik yang mungkin muncul, sehingga demokrasi dapat tetap berjalan dengan baik tanpa mengorbankan persatuan bangsa.

Dengan menjaga persatuan dan kesatuan pasca-Pemilu 2024, Indonesia dapat terus bergerak maju sebagai bangsa yang kuat, stabil, dan harmonis. Masyarakat yang bersatu padu akan mampu menghadapi berbagai tantangan dan mencapai kemajuan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, menjaga persatuan dan kesatuan harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak setelah Pemilu demi kebaikan bersama dan masa depan yang lebih baik bagi bangsa ini.

)* Penulis merupakan mahasiswi Ilmu Politik pada PTS di Yogyakarta

Ad Placement

daerah

nasional

internasional